close

Dot-Matrix Printer: Review Epson LX-310

mengupas epson lx 310 4
mengupas epson lx 310

Epson yang selama ini dikenal memiliki reputasi yang tinggi dalam hal memproduksi printer, kini semakin mengkukuhkan dirinya dengan serius menekuni pembuatan printer untuk berbagai kebutuhan. Hal ini dibuktikan dengan mengenalkan printer dot matrix versi terbaru dari mereka untuk kelas mid-end. Yap, sekitar awal tahun 2013 Epson resmi memperkenalkan 2 varian printer dot matrix terbaru yang digadang-gadang memiliki fitur yang lebih baik dibandingkan para pesaingnya, yaitu Epson LX-310 dan Epson LQ-310. Kali ini kita akan mengupas atau me-review Epson LX-310 dengan detail untuk mengetahui setiap informasi yang ada.

Overview

Pada awal kemunculannya Epson LX-310 ini memang ditujukan untuk menyasar pangsa pasar low-end hingga mid-end industrial. Berbeda dengan saudara tuanya LQ-310 yang memang didesain untuk high-end industrial dan dilengkapi dengan spesifikasi yang lebih tinggi seperti head print 24-pin.

Printer Epson LX-310 ini dibekali dengan fitur input data buffer sebesar 128 KB, kecepatan ini tentu saja lebih cepat 2 kali lipat dibandingkan dengan tipe-tipe sebelumnya. Selain itu, karena menyasar pasar mid-end industrial printer ini hanya dibekali dengan head-print yang memiliki 9-pin, namun seperti yang kita tahu bersama (baca tentan printer dot matrix disini) untuk printer dot matrix 9 pin dan 24 pin hampir tidak ada bedanya dalam kualitas cetak karakter, yang berbeda hanya saat digunakan untuk mencetak gambar (graphic based printing). Kecepatan cetak printer ini pun bisa mencapai 357 karakter per detik dan lebih cepat 40% ketimbang printer dot matrix pendahulunya LX-300, atau printer dot matrix yang memiliki head print 24-pin.

mengupas epson lx 310
Epson lx 310

Tak hanya kecepatan dan hasil print yang jauh lebih bagus daripada pendahulunya, Epson juga mengklaim jika LX-310 ini memiliki reliabilitas sebesar 67% diatas model-model sebelumnya. Dengan kecepatan dan hasil print yang tinggi, didukung dengan reliabilitas yang tinggi pula, membuat printer ini mampu membantu back-office pada perusahaan anda secara efektif. Model ini memiliki MTBF (Mean Time Between Failure) sebesar 10.000 POH (Power On Hours), bandingkan dengan model lama yang hanya memiliki MTBF sebesar 6.000 POH.

Printer Dot-Matrix masih dibutuhkan oleh banyak perusahaan, karena reliabilitas dan biaya operasionalnya yang murah dan terjangkau. Selain itu, printer ini memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh printer model inkjet dan jenis printer laser, yaitu kemampuan untuk mencetak dengan menggunakan kertas NCR atau carbon copy untuk cetak rangkap.

Epson LX-310 ini dibandrol dengan harga yang cukup terjangkau untuk perusahaan kecil dan menengah. Hanya sekitar 2 jutaan saja anda bisa membawa pulang printer tipe ini.

Spesifikasi Epson LX-310

Review Epson LX-310 ini dimaksudkan untuk memberikan sebuah gambaran yang detail mengenai Epson LX-310, kita juga mengupas Epson LX-310 ini lebih dalam dikarenakan belum ada artikel-artikel yang mengulas Epson LX-310 ini dengan detail dan mendalam. Rasanya tak adil jika kita ingin jika ingin mengupas Epson LX-310 dengan mendalam tanpa memperhatikan fitur-fitur yang ada. Here they are, fitur-fitur dari Epson LX-310.

mengupas epson lx 310
Spesifikasi dimensi epson lx 310

Review Epson LX-310 dari sisi spesifikasi:

1. Teknologi Cetak (Printing Technology)

  • Metode Mencetak (Print Method)

Sudah jelas jika printer Epson LX-310 menggunakan metode Impact dot matrix, teknologi ini banyak digunakan untuk mencetak nota, surat jalan, tiket, dll.

  • Jumlah Pin

Jumlah pin menentukan kualitas hasil cetak, printer ini menggunakan teknologi 9-pin pada print-head-nya. Seperti yang telah dijelaskan diatas, bahwa perbedaan teknologi 9-pin dan 24-pin dalam mencetak karakter tidak jauh berbeda. LX-310 memang didesain untuk mencetak dokumen-dokumen yang minim grafis dan lebih banyak karakternya.

  • Print Direction

Print direction merupakan arah cetak sebuah printer, printer ini menggunakan teknologi Bi-direction seeking. Teknologi ini berfungsi untuk mencetak dokumen dari atas ke bawah.

  • Control Code

Printer Epson LX-310 menggunakan teknologi control code ESC/P, ESC/P merupakan singkatan dari Epson Standard Code for Printers dan beberapa kadang disingkat Escape/P. kontrol ini merupakan standart kontrol yang ada pada setiap printer Epson yang didesain oleh Epson sendiri. Teknologi ESC/P sendiri hanya digunakan untuk printer dot matrix dan beberapa printer inkjet.

Teknologi ini sudah banyak berkembang, Epson memunculkan teknologi ESC/P 2 yang mampu mendukung kegiatan seperti scalable font dan meningkatkan kualitas cetak

2. Kecepatan Cetak (Print speed)

  • High speed draft : 390 cps (character per second)
  • Normal speed draft : 357 cps (character per second)
  • Slow speed draft : 347 cps (character per second)
  • Draft : 223 cps (character per second)
  • NLQ : 56 cps (character per second)

3. Karakteristik hasil cetak (print characteristics)

  • Karakter cetak : Italic table, PC437 (US Standard Europe), PC850 (Multilingual), PC860 (Portugese), PC861 (Icelandic), PC863 (Canadian French), PC865 (Nordic), Abicomp, BRASCII, Roman 8, ISO Latin 1, PC 858, ISO 8859
  • Font Bitmap : Epson Draft: 10, 12, 15 cpi; Epson Roman & SansSerif: 10, 12, 15 cpi, Proportional
  • Font Barcode : EAN-13, EAN-8, Interleaved 2 of 5, UPC-A, UPC-E, Code 39, Code 128, Postnet
  • Jumlah copy: 1 original + 4 copies

4. Interface & Input Data Buffer

  • Input Data Buffer : 128 KB
  • Interface Bawaan : Bi-Direction Pararel (IEEE-1284 nibble mode support) USB 2.0 Serial Support

5. Reliability (ketahanan)

  • Mean Print Volume Between Failure (MVBF) : 20 juta line
  • Mean Time Between Failure (MTBF) : 10.000 POH
  • Lama hidup head-print : 400 juta stroke
  • Lama hidup pita : 4 juta karakter (14 dot/karakter)

6. Spesifikasi kelistrikan (Electrical Specification)

  • Voltase yang dibutuhkan : AC 120 / 220-240V
  • Frekuensi : 50-60 Hz
  • Konsumsi tenaga : 27W
  • Tenaga saat sleep mode : 1W

Fitur tambahan

  1. Mudah dioperasikan (Easy to operate)

Berbeda dengan printer dot matrix sebelumnya, printer ini dilengkapi dengan sebuah driver yang memudahkan penggunannya untuk mengoperasikan printer tersebut. Selain itu printer ini dilengkapi dengan kontrol panel yang memiliki 4 tombol pengaturan dan 5 LED untuk setiap operasinya.

  1. Ramah lingkungan

Ini dia fitur baru yang dibekalkan oleh Epson ke printer-printer terbaru mereka, Epson memperhatikan aspek ramah lingkungan dalam penggunaan hardware ini. Saat beroperasi printer ini hanya menghasilkan panas sejumlah 5 hingga 35o Celcius dan memiliki kelembaban sekitar 10-80 % RH. Selain itu konsumsi tenaga yang dibutuhkan juga cukup rendah pada kelasnya.

Plus dan minus LX310

Setelah melihat spesifikasi yang ada, tentunya kita dapat dengan mudah me-review Epson LX-310 secara detail. Kini, mari kita beberkan apa saja yang menjadi kelebihan dan kelemahan dari printer dot matrix besutan Epson ini.

Plus:

  • High Processing Speed (kecepatan proses cetak yang tinggi)

LX-310 memiliki kelebihan kecepatan proses cetak yang tinggi. Fasilitas ini jelas tidak bisa dianggap remeh, mengingat hampir semua dot matrix dilahirkan untuk memiliki proses mencetak secara lambat. Printer hasil buatan Epson ini menepis anggapan tadi. Berbekal data buffer sebesar 128KB, kecepatan proses cetak printer ini tidak usah diragukan lagi. Hal ini tentu saja akan meminimalkan waktu tunggu anda.

  • Fast Print Speed (kecepatan cetak yang tinggi)

Selain kecepatan proses cetak, ada lagi kecepatan cetak. Bedanya kecepatan cetak adalah proses menghasilkan dokumen secara cepat. Kecepatan proses cetak adalah kecepatan untuk memproses data dari komputer menuju ke printer. Produktifitas anda jelas akan terjaga mengingat printer ini mampu berada pada kecepatan 357 cps pada keadaan normal.

  • Long-life Reliability (masa hidup yang lama)

Dengan MTBF yang tinggi yaitu sekitar 10.000 POH, jelas akan membuat printer masa hidup printer jenis ini cukup lama. Dengan MTBF yang ditingi akan menghemat pengeluaran anda baik itu dari segi pengeluaran komponen printer tersebut seperti head atau pita dan bahkan memperkecil kemungkinan anda untuk membeli printer baru.

Minus:

  • Control code yang lama

Seiring berkembangnya waktu, Epson pun mengeluarkan control code jenis terbaru pula. Tak bisa dipungkiri bahwa control code yang baru mungkin akan segera hadir. Dengan control code tipe lama ESC/P, printer jenis ini memiliki kemampuan yang rendah dalam mencetak gambar serta tidak dilengkapi dengan fitur scalable font.

Kesimpulan

Noelle Gonzales, ketua manajemen produksi dari Epson Filipina mengaku jika produk ini didedikasikan untuk jutaan pelanggan Epson diseluruh dunia, produk ini menawarkan performa yang bagus tanpa melupakan sisi reliabilitasnya. Epson juga mulai serius membangun pangsa pasar dot matrix sejak tahun 2009 lalu. Orang nomer satu pada manajemen Epson Filipina ini juga menambahkan bahwa, perusahaannya cukup konfiden untuk bersaing dengan produk-produk lainnya dan mengklaim jika produknya datang dengan fitur yang cukup lengkap.

Pernyataan dari Noelle memang cukup benar, jika kita lihat spesifikasi diatas dan beberapa kelebihannya maka kita akan ditawarkan sebuah produk yang cukup menjanjikan untuk kegiatan back-office perusahaan. Beberapa revolusi seperti kecepatan proses cetak dan kecepatan cetak yang berkembang mampu mendukung efisiensi kerja dari perusahaan secara signifikan. Namun disetiap kelebihan tadi terselip beberapa kekurangan, salah satunya adalah printer ini datang dengan control code yang bisa dibilang cukup jadul.

Jika pekerjaan anda kebanyakan untuk mencetak dokumen-dokumen back-office seperti nota, faktur, surat jalan, dan sebagainya, maka kekurangan yang ada bukanlah sebuah masalah besar bagi anda. Namun jika kebutuhan anda untuk mencetak sebuah dokumen grafis, maka kami sarankan untuk berpikir 2 kali karena kemampuan cetak dari Epson LX-310 ini tidak seberapa bagus dalam hal grafis.

Banner review epson lx 310
Tags : dot matrixEpson

2 Comments

  1. Epson team,
    Mohon panduannya juga print an epson LX-310 saya juga hasilnya berbayang.

Leave a Response