SHARE

Saat ini smartphone merupakan barang yang dianggap penting oleh banyak orang. Coba saja smartphone ketinggalan di rumah, pasti Anda akan kebingungan kan? Belum lagi jika charger smartphone ketinggalan, Anda pasti akan sangat cemas. Biasanya alternatif yang akan Anda lakukan ialah meminjam charger milik orang lain. Lalu sebenarnya hal ini berbahaya tidak sih?

Bentuk port USB-nya memang mirip, namun bukan berarti Anda dapat mengecash smartphone dengan sembarang charger. Jika Anda sembarang menggunakan charger, hal ini bisa membahayakan smartphone Anda. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, mulai dari lebar port, panjang port, hingga besar daya pada adapter. Apa saja bahaya mengisi daya dengan menggunakan charger lain yang bukan bawaan dari smartphone tersebut?

Port USB bisa rusak

Sejauh ini, kebanyakan smartphone Android memang masih banyak yang menggunakan port USB 2.0. Sehingga saat kabel charger rusak atau hilang, Anda bisa menggunakan banyak kabel lain yang sama dan bisa digunakan. Namun Anda harus tetap memerhatikan panjang, lebar, dan besar daya pada kabel tersebut. Sebisa mungkin cari yang sama dengan kabel asli milik Anda. Apabila ukurannya lebih lebar atau panjang, maka ada kemungkinan port USB milik Anda menjadi rusak.

Mengisi daya akan lebih lama

Apabila port USB pada smartphone rusak, maka proses pengisian daya pada baterai smartphone pun akan menjadi lebih lama. Walaupun tidak rusak sekalipun, pengisian ulang pasti juga akan lebih lama karena arus listrik yang dihasilkan tidak sesuai dengan yang asli. Bisa saja Anda memakai charger lain yang mendukung fitur fast charging. Namun hal tersebut tidak sepenuhnya aman apabila ukuran USB-nya tidak sama dengan yang asli. Hal ini akan berdampak pada rusaknya port USB, kemudian membuat proses isi ulang pada smartphone menjadi lama.

Baterai akan semakin boros

Jika Anda menggunakan charger tersebut secara terus menerus atau berlebihan, maka baterai smartphone Anda memiliki kemungkinan dapat aus, apalagi saat digunakan untuk mengecash dalam waktu yang lama. Apabila aus, maka secara perlahan baterai tersebut akan semakin boros. Semakin lama diisi ulang, maka akan semakin cepat life circle pada baterai tersebut.

Sensitivitas pada layar kacau

Apabila Anda memakai adapter charger yang bukan asli milik smartphone tersebut, maka akan ada ketidaksesuaian pada arus listrik yang masuk. Apabila arus tidak stabil, maka bisa berdampak pada sensitivitas layar sentuh yang ada pada smartphone. Salah satu kejadian yang bisa menjadi contoh ialah pada saat Anda mengetik sebuah chat sambil mengecash, maka Anda sering melihat tombol keyboar pada layar menjadi kacau. Hal tersebut disebabkan oleh penggunaan charger bukan bawaan.

Beberapa hal di atas bisa terjadi apabila Anda sering menggunakan charger yang bukan bawaan untuk mengisi ulang daya pada smartphone. Demi kebaikan smartphone Anda, sebaiknya mulai sekarang kurangi kebiasaan meminjam charger milik orang lain. Jangan pernah lupa membawa charger asli milik smartphone Anda kemana saja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here