SHARE

Rilisnya Microsoft Surface Book mungkin menjadi bahan perbincangan yang paling hangat di pasar laptop dunia. Banyak alasan dan faktor yang menjadi topik pilihan tentang Surface Book sebagai generasi baru laptop bisnis. Namun sayangnya, Surface Book bukan laptop untuk gamer, meski pada nyatanya Surface Book dilengkapi dengan kartu grafis Nvidia yang bagi kebanyakan orang akan berpikir jika laptop ini cukup kuat memainkan game-game high-end jaman sekarang.

review microsoft surface book bukan untuk gaming

Menjadi perhatian sendiri pada hal ini merupakan kartu grafis Nvidia itu sendiri yang setelah dicoba ternyata tidak sesuai ekspekstasi dari nama besar provider grafis canggih tersebut. Apa sebabnya? Karena kartu grafis Nvidia tersebut hanya setara dengan GeForce 940M. Masih dibangun dengan Maxwell architecture dan memiliki cores yang sama dengan CUDA, yang membedakan hanya penggunaan memori 1GB GDDR5 bukan GDDR3.

Pada praktiknya, Surface Book bukan untuk game

Saat dicoba, Surface Book masih kepayahan untuk stabil dalam framerate 60 FPS pada game Heroes of the Storm dengan resolusi 1080p. Bahkan dengan setelan konfigurasi grafik game yang terendah. Meski situs terkenal PC World melaporkan bahwa Tomb Raider menembus 74 FPS saat menjajal dengan resolusi 1440 x 900 monitor, bukan resolusi apik yang diinginkan untuk biasa bermain game.

heroes of the storm dicoba pada microsoft surface book

Driver yang tidak kompatibel secara universal

Ya. Kondisi ini memang janggal, seakan Nividia khusus menciptakan kartu grafis untuk Surface Book saja. Karena Microsoft menggunakan hardware kustomisasi yang tidak memungkinkan pengguna mengupdate driver dari Nvidia secara langsung. Dan pastinya, pengguna tidak akan bisa menggunakan software GeForce Experience yang bisa secara otomatis mengupdate driver, memilih setting terbaik untuk setiap gama yang dimainkan dan menikmati fitur lain seperti streamin game. Padahal pembaruan driver menjadi hal yang vital untuk memastikan performa dan kompatibilitas hardware dalam sebuah komputer. Sebagai obat kekecewaan, Surface Book masih memfasilitasi update berkala melalui Microsoft. Meski bukan ini yang paling diinginkan.

Dijanjikan cukup untuk 3D Work Modelling

Pada perilisannya Microsoft menjanjikan jika kerja kartu grafis dari vendor sekelas Nvidia ini cukup kuat untuk digunakan untuk kerja yang membutuhkan software 3D. Meski pada akhirnya informasi ini masih belum jelas dan hasil dari analisa yang dilakukan menggunakan GPU-Z mengungkap daya kerja kartu yang tidak terlalu spesial.

Secara statistik kartu grafis ini menggunakan 384 CUDA cores, 16 ROPs, 32 TMUs, dan base clock di bilangan 954 MHz yang bisa dinaikkan hingga 993 MHz. Dari segi memori kartu ini dilengkapi dengan 1 GB GDDR5 di 64-bit bus, mampu menghasilkan bandwidth 40.08 GB/s. Dari sini bisa didefinisikan kartu Surface Book ini merupakan varian Nvidia GeForce 940M yang lebih rendah. Dan bisa disimpulkan jika Microsoft terlalu membesar-besarkan pernyataan mereka tentang performa kartu grafis dalam Surface Book.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here