close

Perbedaan SMR dan DMR: Membandingkan Teknologi Koreksi dan Analisa LJK

digital mark reader 4

Saat ini ada 2 teknologi perangkat lunak yang cukup efisien jika digunakan untuk melakukan penilaian atau koreksi dan analisa sebuah dokumen. Keduanya merupakan sistem penilaian secara digital. Teknologi ini adalah DMR (Digital Mark Reader) dan SMR (Smart Mark Reader), kedua teknologi ini didapuk sebagai teknologi terbaik saat ini yang bisa digunakan oleh beberapa instansi pemerintah maupun non-pemerintah untuk melakukan koreksi data atau penilaian kinerja. Meski memiliki kesamaan kinerja, jika kita melihat lebih jauh dan detail, kedua aplikasi ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Lalu apa perbedaan SMR dan DMR? Pada artikel ini kami akan menjelaskan perbedaan kedua teknologi tersebut berdasarkan data dan fakta yang telah tersedia.

Perbedaan teknologi DMR dan SMR

1. Flexibilitas

Jika kita berbicara mengenai masalah flexibilitas untuk perbedaan SMR dan DMR, sebenarnya hal tersebut berkaitan dengan kuantitas dokumen yang akan diproses, pengisian dokumen  dan hasil dari proses dokumentasi perangkat lunak tersebut. Kedua aplikasi ini memiliki flexibilitas yang bisa dianggap terbaik untuk saat ini, namun tetap terdapat perbedaan yang cukup menonjol pada kedua aplikasi ini.

DMR:

Digital Mark Reader yang dibangun oleh sebuah institut pendidikan tinggi negeri yang berlokasi dibandung memiliki beberapa spesifikasi fitur flexibilitas yang cukup bagus dalam mengolah data. Adapun berikut spesifikasi flexibilitas dari perangkat lunak DMR:

  • DMR (Digital Mark Reader) memiliki sebuah flexibilitas yang didukung oleh cara kerja perangkat lunak ini sendiri, software DMR memiliki kemampuan untuk mengakses processor secara maksimal sehingga mampu memproses dokumen sebanyak 200 gambar per detik. Hal ini tentunya cukup efisien bagi anda yang memiliki ratusan atau bahkan ribuan dokumen yang akan diperiksa.
  • Cara pengisian pada Digital Mark Reader (DMR) sendiri juga cukup flexible. Anda bisa menyilang, melingkari, mencoret atau mencentang. Dengan fitur ini, tentunya anda yang membutuhkan analisa dokumen seperti tingkat kepuasan pelanggan atau kinerja pegawai akan terasa mudah. Karena tentu pegawai atau pelanggan tidak ingin rumit dengan pengisian data. Selain cukup mudah hasil yang didapatkan juga cukup akurat.
  • Proses dokumentasi yang ada pada teknologi DMR juga cukup membantu pihak pengguna. Kita bisa memilih tampilan berupa grafik, tabel atau mungkin tampilan daftar hasil dokumen. Sebelumnya kita bisa mengatur LJK (lembar jawaban komputer) pada fitur aplikasi DMR bernama DMR Editor untuk membuat sebuah LJK yang bisa diolah, dan menggunakan fitur aplikasi DMR bernama Extractor untuk memperoleh hasil dari dokumen yang telah anda sebar.

SMR:

Simple Mark Reader merupakan sebuah perangkat lunak yang dibuat oleh sebuah perusahaan swasta yang ditujukan untuk berbagai instansi, utamanya instansi pendidikan. Mengapa instansi pendidikan? Karena fitur yang diberikan lebih banyak digunakan untuk instansi pendidikan, seperti ujian, tes toefl atau ulangan sekolah.

  • Untuk kecepatan pemrosesan dokumen, aplikasi ini sangat bergantung dengan tipe scanner yang anda gunakan. Semakin cepat scanner yang ada, maka semakin cepat pula hasil yang bisa diperoleh. Sayangnya semakin cepat scanner yang anda gunakan, maka semakin mahal pula harga yang harus dibayarkan.
  • Cara pengisian oleh software SMR sendiri sebenarnya juga cukup mudah dan flexible, anda bisa menggunakan alat tulis apapun untuk mengisinya dan menghapus jawaban yang anda rasa salah hanya dengan tipe-x. Cukup mudah bukan? Cara pengisiannya juga cukup flexible, anda bisa melingkari, mencentang, menyilang atau menghitamkan pilihan jawaban yang tersedia. Jika anda menggunakannya sebagai dokumen survey untuk pelanggan, maka tentunya hal tersebut akan memudahkan pelanggan anda, apalagi jika jumlah pertanyaannya cukup banyak.
  • Proses dokumentasi dari software SMR ini juga cukup bagus, anda bisa melakukan integrasi dengan perangkat lunak lainnya, salah satunya Academic-2000 untuk mendapatkan hasil dari analisa dokumen yang telah diproses.

Kesimpulan:

Pada fitur flexibilitas, perangkat lunak DMR unggul dalam masalah kecepatan dan flexibilitas pengisian dokumen. Dengan kecepatan pemrosesan yang mampu mencapai angka 200 gambar per menit, DMR unggul jauh dari SMR yang hanya menggandalkan kemampuan kecepatan scanner, meski DMR sendiri juga bergantung dengan kecepatan scanner yang ada.

Untuk masalah flexibilitas pengisian LJK, kedua perangkat lunak ini memiliki kesamaan yang mirip, bisa menggunakan media apapun sebagai LJK, alat tulis apapun untuk pengisian LJK dan sangat flexible dalam mengisi LJK, baik itu menggunakan tanda centang, silang atau pun menghitamkan pilihan LJK. Cukup baik untuk digunakan dalam pengisian dokumen secara massal, seperti survey kepuasan pelanggan, tingkat performa pegawai dan kalibrasi penggunaan sebuah mesin.

Jika meninjau hasil dokumentasi kedua perangkat lunak ini, sebenarnya tidak ada yang berbeda. Bisa dilakukan dalam hasil apapun. Baik SMR maupun DMR mampu memberikan kemudahan dalam penyajian data. Hanya yang berbeda dari kedua aplikasi ini adalah proses memperoleh hasil akhir, pada DMR anda harus menggunakan fitur Extrator untuk mendapatkan hasil dokumentasi, sedangkan pada SMR anda bisa mendapatkannya dalam satu aplikasi tersebut, tanpa menggunakan fitur lainnya.

2. Proses Instalasi

Meskipun memiliki tugas dan fungsi yang sama, proses instalasi kedua perangkat lunak ini cenderung berbeda.

DMR:

Tidak perlu di-install, DMR itu portable, hanya berupa file di USB flash disk. Proses update DMR juga sangat mudah, cukup melalui Internet. Komputer yang digunakan boleh dengan netbook,  petugas verifikasi boleh bekerja dari dua komputer atau lebih. Dengan gambar format GIF hitam putih, alat pemindai dapat bekerja dengan cukup cepat, penggunaan harddisk sangat hemat, begitupun penggunaan di network maupun hosting gambar LJK di internet juga menjadi lancar.

SMR

Anda terlebih dahulu harus melakukan instalasi pada PC/laptop yang akan anda gunakan. Anda juga harus menggunakan USB Dongle untuk memastikan agar aplikasi ini berjalan dengan baik. Jika dibandingkan dengan perangkat lunak DMR, prosesnya memang sedikit lebih rumit. Namun dibalik proses yang rumit ini terdapat sebuah fitur yang lebih banyak dibandingkan dengan aplikasi DMR.

Anda juga tidak perlu melakukan pembaharuan aplikasi ketika menggunakan teknologi SMR. Ketika ada error yang terjadi, anda bisa menghubungi technical support terdekat.

Tags : DMRSMR

1 Comment

Leave a Response