close

Android 6 Marshmallow Akan Segera Dirilis!

Android 6 Marshmallow

Beberapa waktu terakhir, tersiar kabar bahwa OS terbaru dari Android akhirnya diberi nama Android 6 Marshmallow. Setelah munculnya Android L yang berarti Lollipop, kini Android memberi nama OS terbarunya dengan Marshmallow. Nama-nama OS Android memang tidak pernah jauh dari nama-nama makanan sejak pertama kali muncul. Beberap urutan OS Android dari awal muncul hingga sekarang antara lain Apple Pie, Banana Bread, Cupcake, Donut, Froyo, Gingerbread, Honeycomb, Ice Cream Sandwich, Jelly Bean, KitKat, dan Lollipop.

Android 6 Marshmallow

Sebelumnya memang Google telah resmi mengumumkan nama dari Android 6.0 pada bulan Agustus lalu (Baca: Android 6.0 Resmi Diberi Nama Android Marshmallow). Awalnya sistem operasi ini diberi nama dengan inisial ‘M’. Kemudian akhirnya terkuak setelah kemunculan patung Android menggenggam marshmallow di depan kantor Android HQ Google yang terletak di California, USA.

Hingga saat ini akhirnya muncul kabar bahwa Android 6 Marshmallow akan resmi diluncurkan pada 5 Oktober mendatang. Berita ini resmi dikonfirmasi oleh operator seluler asal Kanada bernama Telus. Pihak Telus mengatakan bahwa perangkat Nexus 5 dan Nexus 6 yang akan menerima OS terbaru milik Google tersebut untuk pertama kalinya. Namun muncul berita lainnya pada beberapa sumber, bahwa tanggal perilisan tersebut masih bersifat tentatif. Artinya masih bisa berubah sewaktu-waktu. Anda bisa melihat jadwal perilisan Android 6 di tautan berikut ini.

Sedangkan Nexus sendiri dikabarkan akan oleh pihak Google pada 29 September mendatang. Perangkat ini memang akan mengusung sistem operasi Android 6 Marshmallow secara out-of-the-box. Google menggandeng dua vendor untuk pembuatan Nexus, yaitu Huawei dan LG. Keduanya bernama Nexus 5X dan Nexus 6P.

Sebagai tambahan informasi, Android 6 Marshmallow memang memiliki fitur-fitur yang menjadi keunggulannya seperti penguatan sistem keamanan, pembaharuan browser Google Chrome, adanya fitur Doze, dukungan pemindai sidik jari, fitur auto backup, fitur track memori, serta power saving. Nantinya pengguna dapat memilih untuk menerima maupun menolak permintaan akses keamanan dari aplikasi yang akan dipasang pada perangkat. Kemudian browser Google Chrome akan diperbarui dengan fitur bernama Custom Tabs. Fitur tersebut gunanya untuk mengembangkan aplikasi yang akan disematkan di halaman web maupun aplikasi.

Sedangkan fitur Dozer berfungsi untuk mengelola daya yang akan dipakai oleh ponsel. Doze akan secara otomatis mematikan aplikasi yang aktif namun tidak digunakan sama sekali, tentu saja hal ini akan menghemat pemakaian baterai pada ponsel. Ada juga fitur yang mendukung pemindai sidik jari yang akan menyederhanakan pengendalian volume serta dukungan untuk USB tipe C.

Leave a Response