close

Tips Memilih Kamera DSLR Untuk Berbagai Kalangan

Tips Membeli Kamera dslr
Tips Membeli Kamera dslr

Tips Membeli Kamera dslr

Dari tahun ke tahun pertumbuhan pencinta fotografi di Indonesia makin meningkat, terbukti penjualan kamera DSLR di Indonesia pun semakin meningkat. Tidak hanya di buktikan oleh penjualan kamera DSLR. Komunitas-komunitas pecinta fotografi pun juga semakin menjamur di Indonesia. Hal ini juga tentu saja memacu vendor-vendor pembuat kamera DSLR harus semakin kompetitif dalam mengeluarkan produknya serta pintar dalam penentuan harga pasarnya. Ratusan tipe kamera mungkin sekarang sudah ada di pasaran yang bisa kita beli baik secara online maupun di toko retail. Sebelum membeli hendaknya kita paham terlebih dahulu mengenai fungsi DSLR secara menyeluruh agar tidak salah dalam memilih kamera DSLR.

Table of Content:
1. Mengapa Memilih Kamera DSLR
2. Spesifikasi DSLR
3. Panduan Membeli DSLR:
Entry-Level User
Semi-Pro User
Professional User
4. Kesimpulan

Mengapa memilih kamera DSLR?

Jika anda seorang penggemar seni fotografi dan belum beralih membeli kamera DSLR, kami mempunyai 9 alasan yang cukup rasional untuk anda seorang penggemar fotografi agar mengganti kamera anda dengan memilih kamera DSLR.

1. Kualitas Gambar

Dikarenakan image sensor yang besar pada DSLR, membuat DSLR mampu untuk mendapatkan pixel yang lebih lebar. DSLR kebanyakan memiliki ISO yang lebih cepat yang mana akan membuat shutter speed menjadi cepat dan memperkecil adanya noise dalam hasil foto. Selain itu DSLR juga dibuat dengan teknologi Noise-Reduction ketika men-generate gambar JPG tepat setelah mendapatkan gambar dari lensa. Kualitas gambar yang baik jelas menjadi faktor kuat yang mampu menjadikan anda membeli dan memilih kamera DSLR sebagai pengganti kamera konvensional.

Tips Membeli Kamera dslr
Hasil potret kamera DSLR

2. Kemampuan adaptasi

Salah satu kelebihan yang diperoleh dari memilih dan membeli kamera DSLR adalah bisa diganti lensanya. Ketika saya berada di sebuah titik dan akan melakukan foto yang menggunakan 3x Optical Zoom, kamera DSLR saya bisa saya ganti dengan banyak pilihan lensa yang mampu mengambil gambar dengan sudut yang jauh tersebut. Selain itu adanya flash dan filter juga membantu DSLR beradaptasi dengan banyak situasi yang berbeda. Perlu dicatat bahwa ketika kita memiliki keragaman lensa yang cukup, maka secara tidak langsung kualitas gambar kita pun ikut menjadi bagus serta pengalaman yang kita dapat tentunya menjadi bertambah.

3. Kecepatan

Mencari kamera DSLR bisa ditentukan oleh faktor kecepatan dalam beberapa hal seperti mengatur focus, shutter lag dan bahkan start up dari kamera.

4. Optical Viewfinder

Dengan adanya reflex mirror yang ada pada kamera DSLR akan sangat membantu anda dalam mendapatkan gambar yang anda inginkan.

Tips Membeli Kamera dslr
Optical Viewfinder Kamera DSLR

5. ISO Range yang lebar

Ini mungkin bervariasi tetapi biasanya kamera DSLR menawarkan susunan range ISO yang lebih lebar, yang mana akan menawarkanmu fleksibilitas dalam mendapatkan gambar diberbagai kondisi lapangan dan keadaan.

Tips Membeli Kamera dslr
Range ISO pada Kamera DSLR

6. Manual control

Manual control merupakan fitur yang cukup memudahkan fotografer ketika memang mereka merasa nyaman untuk menggunakan setting pengambilan gambar dengan kemauan mereka sendiri. Selain datang dengan auto mode, manual control biasanya diberikan untuk mereka yang ingin melakukan praktek dari berbagai tips-tips fotografi.

Tips Membeli Kamera dslr
Manual kontrol Kamera DSLR

7. Harga yang mampu bertahan

Beberapa argumen muncul dengan mengatakan bahwa membeli dan memilih kamera DSLR akan bertahan dengan lama dibandingkan dengan kamera digital, hal ini mungkin benar dikarenakan sampai sekarang pembaharuan model dari DSLR tidak terjadi sesering kamera digital. Setidaknya pihak vendor kamera DSLR akan memunculkan versi terbarunya 1-2 tahun sekali. Anda juga tidak usah ragu ketika anda membeli lensa dikarenakan lensa bisa anda pakai dalam bodi kamera DSLR apa saja, so lensa bisa jadi salah satu investasi yang luar biasa untuk anda penggemar fotografi.

8. Kedalaman area

Mungkin inilah yang membuat kebanyakan orang membeli dan memilih kamera DSLR, dengan adanya fleksibilitas yang tinggi di berbagai area terutama kedalaman area. Dengan menentukan kamera DSLR yang sesuai, anda bisa mengambil gambar foreground menjadi background dengan mengandalkan fokus yang ada dan memberikan sedikit efek blurry di dalam background-nya

9. Optik yang berkualitas

Kualitas dari optik yang ada pada tiap lensa saat membeli kamera DSLR sudah tidak usah diragukan lagi, cuman yang menjadi masalah adalah mahalnya lensa, ada harga yang harus dibayar untuk mendapatkan kualitas yang bagus. Hal ini juga selaras dengan semakin tingginya harga berarti semakin tinggi pula kualitas lensa yang ada.

Tips Membeli Kamera dslr
Tipe-tipe lensa Kamera DSLR

Terdapat 9 poin yang menjelaskan mengapa anda harus memilih kamera DSLR daripada menggunakan kamera poket, anda tentu saja tidak akan menyesal dan bisa dimanjakan oleh hasil yang akan didapatkan dengan menggunakan kamera DSLR. Meski harga DSLR yang terlampau mahal, tetapi hasilnya sebanding dengan apa yang akan anda dapatkan. Jika anda merupakan pencinta atau bahkan pekerja fotografi, so why not change your obsolete pocket camera to DSLR.

Spesifikasi kamera DSLR

Mungkin sambil mempertimbangkan mengapa anda harus berpindah dari kamera biasa dan memilih kamera DSLR, kami akan memberikan beberapa fitur yang bisa menjadi bahan pertimbangan atau bahkan mempercepat keputusan anda dalam menentukan kamera DSLR. Ini dia beberapa fitur yang harus diperhatikan ketika anda ingin memilih dan membeli kamera DSLR.

1. Resolusi Kamera

Ketika memilih kamera DSLR, pasti kebanyakan orang bertanya berapa pixel kamera anda? atau berapa besar kamera anda? Yap, actually yang mereka tanyakan sebenarnya adalah tentang resolusi kamera. Resolusi kamera mendeskripsikan berapa pixel yang akan dihasilkan oleh kamera ketika membuat sebuah gambar. Sayangnya hampir semua orang beranggapan bahwa kamera yang memiliki megapixel yang besar selalu menghasilkan gambar yang bagus. Perlu diketahui bahwa, resolusi kamera hanya menunjukan perbedaan ketika melakukan pengambilan gambar dari jarak yang jauh dan foto yang lebar. kedua hal diatas yang akan membedakan besarnya pixel suatu kamera, namun jika digunakan untuk mendapatkan gambar yang sempit dan dekat hasilnya akan terlihat sama. Resolusi memang bisa jadi bahan pertimbangan, namun bukan pertimbangan utama.

2. Lensa

Ada 2 spesifikasi penting yang terdapat pada lensa, yang pertama panjang focal lensa dan yang kedua aperture (diafragma). Panjang focal lensa diukur dengan satuan millimeter, focal lensa menyatakan besarnya gambar yang dapat diambil dengan menggunakan lensa tersebut dan seberapa banyak ruang yang tercover oleh lensa tersebut.

Ketika panjang focal bertambah, otomatis gambar yang diambil akan menjadi lebih besar dan mampu mengambil frame yang lebih lebar. Sebuah lensa yang memiliki beberapa panjang focal disebut juga zoom lens (lensa pembesar), dan spesifikasi dari zoom sebuah lensa bisa dihitung dengan pembagian rasio terpanjang dan terpendek dari sebuah panjang focal lensa. Contohnya lensa yang memiliki panjang focal: 20-100 mm memiliki kemampuan zoom sebesar 5x. ini dia beberapa tipe lensa dibagi dari panjang focal-nya:

  1. Ultra wide angel (kurang dari 18mm), lensa dengan focal ukuran ini sangat bagus untuk mengambil gambar pemandangan yang lebar dimana distorsi lensa bertambah daripada gambar aslinya.
  2. Wide-angel (sekitar 18mm hingga 30mm), lensa dengan focal ukuran ini cukup bagus untuk mengambil beberapa gambar sekaligus, gambar dengan posisi landscape atau ketika anda ingin mengambil gambar di jalanan kota anda.
  3. Normal (sekitar 30mm hingga 70mm), lensa dengan panjang focal ukuran ini bagus untuk mengambil gambar portrait dan snapshot
  4. Telephoto (sekitar 70mm hingga 300mm), lensa dengan panjang ukuran ini bagus untuk mengambil gambar portrait dan gambar-gambar bertema olahraga, terutama balapan.
  5. Super Telephoto (lebih dari 300mm), lensa dengan panjang focal ukuran ini sangat bagus untuk menggambil gambar dari jarak yang cukup jauh seperti gambar bertema olahraga, wildlife (alam liar) atau mungkin stalking (mengamati) seseorang.

Bagian lain yang tak kalah penting dari sebuah lensa adalah aperture. Aperture merupakan ukuran terbukanya lensa untuk menangkap pencahayaan yang masuk, biasa dikenal dengan ikon f-stop atau f-nomer. Semakin kecil nomer yang ada maka semakin besar bukaan aperturenya. Lebar aperture biasanya dipengaruhi oleh jarak dari zoom-nya. Spesifikasi lensa biasanya bertuliskan nilai maximum dari aperture dan panjang focal terjauhnya. Sebagai contoh ketika pada spek lensa dituliskan 18-55mm dan f3.5-5.6, berarti bukaan aperture yang paling lebar yaitu f3.5 berada pada panjang focal 18mm dan begitu juga sebaliknya. Ketika ukuran dari aperture meningkat, area dari ketajaman di depan dan dibelakang gambar juga meningkat, ketajaman area bisa disebut juga dengan depth of field. Aperture yang paling lebar membiarkan cahaya yang masuk semakin banyak dan memberimu kontrol untuk mengatur depth of field dari gambar yang akan diambil.

3. Sensor size dan tipenya

Sensor size adalah dimensi dari susuan fotoreseptor yang membuat pixel berubah menjadi gambar. Semakin besar sensornya maka akan menghasilkan kualitas foto yang bagus pula, namun semakin besar sensor, semakin besar pula ukuran kameranya. Sensor yang lebar terdapat pada lensa yang lebar pula. Hal ini bisa mempengaruhi harga dari kamera anda. Semakin besar sensornya maka semakin mahal harga lensa dan bodi kameranya.

Terdapat beberapa teknologi sensor, yang paling popular tentu saja CMOS. Sedangkan untuk beberapa jenis kamera compact menggunakan teknologi BSI CMOS (backside illuminated), teknologi ini mampu menghasilkan gambar yang terang pada keadaan low-light (pencahayaan yang kurang). Namun, kualitas gambar dari teknologi ini jauh lebih buruk ketimbang teknologi CMOS.

4. Sensitifitas pencahayaan

Sensitifitas pencahayaan kamera disebut juga ISO sensitivity. Semakin besar ISO yang dimiliki kamera, maka semakin bagus kemampuan kamera tersebut untuk mengambil gambar dalam keadaan yang kurang cahaya (low-light). Bagaimanapun juga, tingkat sensitivitas berpengaruh terhadap jumlah noise yang dihasilkan pada gambar. Banyak kamera sekarang memiliki teknologi noise suppersion yang bertujuan untuk menghapus noise, sayangnya hal ini akan membuat gambar semakin terlihat jelek dan tak berseni.

5. Viewfinder

Seluruh DSLR punya fitur yang bernama viewefinder ini. Fitur ini akan berguna ketika kita kesusahan melihat LCD didalam terik matahari, teknologi ini berjalan dengan cara anda mendekatkan mata pada bagian ini untuk bisa mendapatkan gambar yang bagus.

6. Image stabilization

Teknologi ini yang membantu anda untuk mendapatkan gambar tetap stabil walaupun kamera anda bergerak/bergoyang. Terdapat 2 tipe dari teknologi Image Stabilization, antara lain in-camera sensor shift dan in-lens optical. Meski keduanya bekerja dengan sama baiknya, namun Optical IS rasanya bekerja sedikit lebih baik ketika pengambilan video. Teknologi sensor-shift mengindikasikan jika kita tidak bisa mengganti model dari lensanya.

7. Battery life dan tipe baterai-nya

Kamera DSLR biasanya menggunakan kamera dengan bahan lithium-ion rechangeable battery pack. Bahan ini mampu menawarkan ketahanan baterai yang lebih lama daripada baterai tipe AA. Terdapat beberapa model kamera DSLR yang menggunakan baterai tipe AA, kebanyakan DSLR yang menggunakan baterai tipe ini merupakan tipe-tipe low-end. Ketika membeli kamera DSLR, coba lakukan cek terlebih dahulu, berapa banyak gambar yang dapat diambil dalam satu waktu. Semua baterai telah direkomendasikan oleh organisasi internasional bernama CIPA

8. Burst/continuous shooting rate

Burst/continuous shooting rate merupakan ukuran dari berapa banyaknya frame per detik yang bisa diambil kamera, spesifikasi ini cukup membingkungkan. Anda tentu menginginkan frame rate yang tinggi dengan resolusi penuh, autofocus dan autoexposure, untuk beberapa frame yang dianggap layak. Untuk mendapatkan frame rate yang tinggi, biasanya digunakan lensa dengan kemampuan yang cukup cepat untuk pengambilan gambarnya.

9. Fitur lainnya

  • Flash

Biasanya kamera DSLR professional tidak menyertakan fitur flash yang built-in dan hanya menyertakan hotshoe sebagai paddock dari flash tambahan. Sebaliknya kamera DSLR level entry menyertakan built-in flash sebagai salah satu fiturnya.

  • Mode semi-auto

Banyak kamera DSLR terutama kategori low-end datang dengan berbagai tipe semi-auto mode pengambilan gambar seperti, ‘portrait’, ‘sports’, ‘night’ dan sebagainya. Jika anda menyadarinya dan mampu menggunakannya dengan baik maka mode-mode ini mampu membantu anda dalam mengambil gambar yang baik/bagus. Sebaliknya, kamera DSLR professional tidak menawarkan berbagai fitur semi-auto mode tersebut.

  • Konektifitas

Beberapa tahun yang lalu DSLR dengan fitur Wi-Fi sepertinya tidak dipertimbangkan, malah banyak orang berpikir jika penggunaan DSLR dengan fitur Wi-Fi akan menyebabkan pembengkakan ongkos mereka. Hal ini terjadi karena saat itu konektifitas Wi-Fi masih tergolong lambat oleh karena itu lebih baik dan cepat menggunakan kabel USB sebagai alat transfernya. Sejalan dengan semakin berkembangnya jaman, dan penggunaan mobile broadband dan smartphone, kamera denga fitur Wi-Fi kini semakin dipertimbangkan. Fungsi utamanya masih tetap sama, yaitu memindahkan foto dan video dari kamera. Tapi untuk model DSLR yang baru, mereka dilengkapi dengan fasilitas back up langsung ke cloud storage.

  • Dust protection

Fitur lainnya yang mulai bermunculan pada kamera DSLR versi terbaru, fitur dust protection atau yang dibeberapa vendor diberi nama cleaning for image sensors. Fitur ini membantu meringkankan rasa frustrasi yang dimiliki fotografer akan perawatan lensa yang tergolong susah.

  • Ukuran LCD

Ukuran LCD memang tidak bepengaruh terhadapa hasil foto ataupun proses foto, namun dengan menggunakan LCD yang besar akan membantu anda mengamati gambar yang akan anda ambil dalam mode live-view.