Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Teknologi » Smart Office » Jangan Asal Pilih UPS untuk Server! Perhatikan Kapasitas dan Waktu Backup-nya

Jangan Asal Pilih UPS untuk Server! Perhatikan Kapasitas dan Waktu Backup-nya

  • account_circle APmin
  • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
  • visibility 9
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kapasitas dan waktu backup UPS untuk server perlu ditentukan melalui langkah berikut:

  1. Catat server dan perangkat penting yang akan dilindungi.
  2. Hitung total kebutuhan daya seluruh perangkat.
  3. Sediakan ruang kapasitas untuk lonjakan dan penambahan beban.
  4. Tentukan tindakan saat listrik padam.
  5. Hitung waktu backup yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tindakan tersebut.
  6. Pilih tipe UPS yang sesuai dengan kebutuhan server.
  7. Siapkan pemantauan dan proses pemadaman otomatis.
  8. Uji waktu backup menggunakan beban sebenarnya.

Memilih UPS berdasarkan angka VA saja dapat membuat kapasitas atau waktu backup tidak sesuai kebutuhan. Dua UPS untuk server dengan kapasitas serupa pun dapat menghasilkan runtime berbeda tergantung beban, baterai, dan konfigurasi yang digunakan.

Karena itu, cara memilih UPS untuk server perlu dimulai dari perangkat yang harus tetap aktif dan tindakan yang harus dilakukan ketika listrik padam. Dari sini, perusahaan dapat menentukan kapasitas UPS, target runtime, hingga kebutuhan shutdown secara lebih terarah. Untuk membantu Anda memilih UPS yang tepat Anugrah Pratama menyediakan produk UPS yang bisa memudahkan dalam membuat keputusan.

Catatan: Perhitungan UPS dan pemasangan kelistrikan perlu mengikuti spesifikasi perangkat, dokumentasi produsen, serta kondisi sistem aktual. Untuk instalasi pada ruang server atau sistem kritis, verifikasi kebutuhan bersama personel IT dan tenaga kelistrikan yang kompeten sebelum perangkat digunakan.

Table of Contents

Catat Server dan Perangkat Penting yang Akan Dilindungi

Perhitungan UPS untuk server harus mencakup seluruh perangkat yang diperlukan agar sistem tetap bekerja atau dapat dimatikan dengan aman. Selain server, perangkat tersebut dapat berupa storage, switch, router, firewall, atau perangkat jaringan lainnya.

1. Bedakan Perangkat Kritis dan Nonkritis

Prioritaskan perangkat yang diperlukan untuk menjaga layanan, menyimpan data, dan menyelesaikan proses shutdown. Perangkat nonkritis tidak harus terhubung ke UPS server perusahaan jika keberadaannya hanya menambah beban tanpa mendukung proses tersebut.

Sebelum menentukan perangkat yang perlu dilindungi UPS, pastikan server yang digunakan juga sudah sesuai dengan kebutuhan operasional. Jika masih dalam tahap perencanaan atau pengadaan, baca juga panduan cara menentukan spesifikasi server sesuai kebutuhan operasional. 

2. Periksa Perangkat yang Saling Bergantung

Server yang masih menyala belum tentu dapat berfungsi sebagaimana diperlukan apabila storage atau jaringan yang digunakannya sudah mati. Karena itu, saat menghitung kebutuhan UPS server, periksa ketergantungan antar sistem terlebih dahulu.

Gunakan inventaris berikut untuk menentukan perangkat yang perlu dilindungi:

Perangkat

FungsiKonsumsi DayaPrioritasKetergantungan

Terhubung ke UPS?

ServerMenjalankan aplikasiSesuai data perangkatKritisStorage/jaringanYa/Tidak
SwitchKoneksi jaringanSesuai data perangkatSesuai kebutuhanServer/perangkat lainYa/Tidak
StoragePenyimpanan dataSesuai data perangkatSesuai kebutuhanServerYa/Tidak

Hitung Total Kebutuhan Daya Seluruh Perangkat

Untuk menentukan kapasitas UPS untuk server, jumlahkan konsumsi daya seluruh perangkat yang akan menggunakan UPS secara bersamaan. Gunakan data yang dapat diverifikasi dari perangkat atau pengukuran aktual jika tersedia.

1. Gunakan Data Daya yang Dapat Diverifikasi

Periksa label perangkat, dokumentasi produsen, sistem pemantauan, atau alat ukur untuk mengetahui konsumsi dayanya. Jangan langsung menggunakan kapasitas maksimum power supply sebagai gambaran konsumsi aktual tanpa memeriksa karakteristik perangkat.

2. Hitung Perangkat yang Menyala Bersamaan

Jika server, storage, switch, dan firewall harus tetap aktif, seluruh bebannya perlu dimasukkan ketika menghitung kebutuhan UPS server.

Rumus awalnya:

Total beban = daya server + storage + jaringan + perangkat penting lainnya

Hasil tersebut kemudian digunakan untuk mencari UPS yang mampu menopang keseluruhan beban.

3. Bedakan Watt dan VA

Periksa rating UPS dalam watt dan VA. Keduanya tidak boleh dianggap sebagai angka yang sama. VA menunjukkan daya semu yang dapat ditangani UPS, sedangkan watt menunjukkan daya nyata yang digunakan perangkat. Karena itu, saat menentukan kapasitas UPS untuk server, pastikan total beban memenuhi batas watt sekaligus VA pada model yang dipertimbangkan. 

UPS untuk ruang server

Sediakan Ruang Kapasitas untuk Lonjakan dan Penambahan Beban

Jangan memilih UPS untuk server dengan kapasitas yang sama persis dengan kebutuhan saat ini. Sediakan ruang untuk perubahan beban dan penambahan perangkat yang memang sudah direncanakan.

1. Perhitungkan Perubahan Beban

Catat rencana penambahan server, storage, switch, atau perangkat jaringan selama masa penggunaan UPS. Bedakan kebutuhan yang sudah direncanakan dengan kemungkinan ekspansi yang belum jelas.

2. Periksa Batas Beban yang Direkomendasikan

Gunakan dokumentasi produsen atau hasil sizing vendor untuk menentukan ruang kapasitas yang sesuai. Jangan menetapkan persentase cadangan secara sembarangan karena kemampuan dan karakteristik setiap model UPS dapat berbeda.

Sebagai referensi, panduan Schneider Electric menyarankan adanya headroom di atas beban terhitung. Namun, angka tersebut tetap perlu dicocokkan dengan model UPS, rencana pertumbuhan, dan kebutuhan runtime aktual. 

3. Pisahkan Beban jika Satu UPS Tidak Lagi Efektif

Jika beban terlalu besar atau perangkat mempunyai tingkat prioritas berbeda, pertimbangkan pembagian beban. Pastikan pembagian tersebut tidak memutus ketergantungan antara server, storage, dan jaringan yang diperlukan selama proses penanganan listrik padam.

Tentukan Tindakan yang Harus Dilakukan Saat Listrik Padam

Waktu backup UPS baru dapat ditentukan setelah tujuan penggunaannya jelas. UPS dapat digunakan untuk melewati gangguan singkat, menunggu genset, memberikan waktu untuk shutdown, atau mempertahankan operasional selama periode tertentu.

1. Menahan Gangguan Listrik Singkat

Jika tujuannya melewati pemadaman sesaat, waktu backup UPS perlu mencukupi pola gangguan yang biasa terjadi di lokasi tanpa menghentikan server.

2. Menunggu Genset Mengambil Alih

Jika tersedia genset, hitung waktu sejak listrik padam hingga genset menyala, stabil, dan benar-benar mengambil alih beban. Sediakan pula margin yang sesuai dengan prosedur operasional apabila proses tersebut lebih lama dari kondisi normal.

3. Mematikan Server dengan Aman

Untuk UPS untuk shutdown server, hitung waktu yang dibutuhkan untuk menutup aplikasi, menghentikan database, mematikan virtual machine, menyelesaikan proses storage, hingga server fisik mati dengan aman.

4. Menjaga Operasional Selama Pemadaman

Jika server harus terus beroperasi tanpa genset, kebutuhan baterainya dapat jauh lebih besar. Periksa apakah model UPS mendukung penambahan baterai eksternal karena fitur tersebut tidak tersedia pada semua produk.

Tabel berikut membantu menentukan tujuan penggunaan sebelum menghitung runtime:

Tujuan UPS

Tindakan Saat Listrik PadamPerangkat yang Tetap Aktif

Dasar Waktu Backup

Gangguan singkatMenunggu listrik kembaliSistem kritisPola gangguan
Menunggu gensetMenunggu sumber cadanganSistem kritisWaktu perpindahan
ShutdownMematikan sistemPerangkat terkait shutdownDurasi proses
Tetap beroperasiMelanjutkan layananSistem operasionalTarget durasi

Hitung Waktu Backup yang Dibutuhkan

Waktu backup UPS dipengaruhi oleh besar beban, baterai, konfigurasi UPS, dan kondisi baterai. Karena itu, angka runtime tidak dapat dipisahkan dari jumlah watt yang sedang ditopang.

1. Susun Urutan Penanganan Pemadaman

Hitung waktu untuk mendeteksi gangguan, menunggu listrik atau genset, memulai shutdown, dan menyelesaikan pemadaman sistem. Total durasi tersebut menjadi dasar target runtime UPS untuk server.

2. Gunakan Runtime Chart dari Produsen

Periksa runtime chart atau kalkulator resmi berdasarkan beban aktual. Jangan mengambil satu angka runtime tanpa mengetahui beban yang digunakan dalam pengujiannya.

Besar beban yang ditanggung UPS akan memengaruhi durasi penggunaannya saat listrik padam. Semakin besar daya yang digunakan oleh server dan perangkat pendukung, waktu backup UPS cenderung semakin pendek. Karena itu, estimasi runtime perlu diperiksa berdasarkan total beban aktual yang akan terhubung ke UPS. 

3. Perhitungkan Penurunan Kemampuan Baterai

Baterai tidak mempertahankan kemampuan yang sama selamanya. Usia baterai antara lain dipengaruhi frekuensi penggunaan serta kondisi suhu lingkungan. Karena itu, jadwal pemeriksaan dan penggantian baterai perlu masuk dalam perencanaan UPS server perusahaan.

Pilih Tipe UPS yang Sesuai dengan Kebutuhan Server

Selain kapasitas dan runtime, cara memilih UPS untuk server perlu mempertimbangkan bagaimana UPS menangani perubahan tegangan dan perpindahan dari listrik utama ke baterai.

1. Bedakan Standby, Line-Interactive, dan Online

Secara sederhana, tipe UPS tergantung dengan kebutuhan pemakaiannya, diantaranya:

  • Standby memberikan perlindungan dasar dan berpindah ke baterai ketika diperlukan.
  • Line-interactive menambahkan pengaturan tegangan sehingga fluktuasi tertentu dapat dikoreksi tanpa terus menggunakan baterai.
  • UPS online untuk server dengan double conversion memasok beban melalui inverter secara terus-menerus. 

Konfigurasi ini menghasilkan waktu transfer nol antara listrik utama dan mode baterai serta memberikan isolasi yang lebih tinggi terhadap gangguan sumber listrik.  Namun, bukan berarti UPS online untuk server selalu wajib. Tingkat kekritisan sistem, kualitas listrik, kebutuhan ketersediaan, dan spesifikasi perangkat tetap perlu dipertimbangkan.

2. Periksa Bentuk Gelombang Keluaran

Periksa karakteristik output UPS dan kompatibilitasnya dengan power supply server serta perangkat lain. Gunakan dokumentasi resmi kedua perangkat, bukan hanya asumsi berdasarkan kapasitas VA.

3. Periksa Kebutuhan Bypass

Untuk sistem dengan tuntutan ketersediaan tinggi, periksa kebutuhan bypass agar suplai dapat direncanakan ketika UPS menjalani perawatan atau mengalami kondisi tertentu. Desainnya perlu disesuaikan dengan sistem kelistrikan dan prosedur maintenance.

Perbedaan dasar ketiga topologi dapat diringkas sebagai berikut:

Tipe UPS

Cara Kerja UmumPerpindahan ke Baterai

Penggunaan

StandbyBaterai aktif saat diperlukanAda transferBeban dengan kebutuhan perlindungan dasar
Line-interactiveMengatur fluktuasi tertentu melalui AVRAda transferServer/jaringan sesuai kebutuhan sistem
Online double-conversionBeban terus disuplai melalui inverterZero transfer pada mode double-conversionSistem dengan kebutuhan kualitas daya/ketersediaan lebih tinggi

Siapkan Pemantauan dan Proses Shutdown Otomatis

UPS untuk server sebaiknya dapat memberikan informasi ketika listrik padam, baterai melemah, atau runtime mendekati batas sehingga penanganan tidak hanya bergantung pada keberadaan petugas.

1. Periksa Metode Komunikasi dengan Server

Periksa dukungan USB, jaringan, management card, dan software pada model UPS. Pastikan pula kompatibilitasnya dengan sistem operasi atau lingkungan virtualisasi.

Sebagai contoh fitur yang tersedia pada produk tertentu, APC Smart-UPS mendukung komunikasi untuk melakukan graceful shutdown melalui software PowerChute. Fitur seperti ini perlu diperiksa pada model yang benar-benar akan digunakan. Anda dapat temukan produk tersebut di website resmi  Anugrah Pratama atau kunjungan offline store kami untuk mencari produk serupa lainnya.

2. Tentukan Urutan Shutdown

Susun urutan pemadaman aplikasi, database, virtual machine, storage, dan server fisik. Perangkat jaringan yang diperlukan untuk komunikasi jangan dimatikan sebelum proses selesai.

3. Atur Alarm dan Penerima Notifikasi

Tentukan siapa yang menerima peringatan, gangguan apa yang harus dilaporkan, dan tindakan yang perlu dilakukan. Alarm sebaiknya terhubung dengan prosedur penanganan yang jelas.

Cek ruang server

Periksa Baterai, Lingkungan, dan Kemudahan Perawatan

Kinerja UPS untuk ruang server tidak hanya ditentukan oleh spesifikasi elektroniknya. Kondisi baterai, suhu, ventilasi, serta kemudahan maintenance juga memengaruhi kesiapan sistem.

1. Periksa Jenis dan Jumlah Baterai

Periksa jenis baterai, informasi usia desain dari produsen, prosedur penggantian, serta dukungan baterai eksternal. Jangan menganggap setiap UPS untuk server dapat ditambahkan battery pack.

2. Pastikan Kondisi Ruangan Mendukung

Periksa batas suhu dan kelembapan yang ditetapkan produsen, kemudian pastikan ventilasi serta ruang pemasangan mencukupi. Temperatur lingkungan yang tinggi dapat memperpendek umur baterai. 

3. Susun Jadwal Pemeriksaan

Pemeriksaan dapat mencakup status baterai, alarm, persentase beban, koneksi, ventilasi, serta hasil pengujian runtime. Ikuti interval maintenance yang ditentukan produsen dan kebijakan pengelola sistem.

Uji Waktu Backup Menggunakan Beban Sebenarnya

Runtime chart memberikan perkiraan, tetapi waktu backup UPS pada sistem yang sudah dipasang perlu diverifikasi secara terkendali menggunakan beban aktual.

1. Periksa Beban yang Terbaca pada UPS

Pastikan seluruh perangkat kritis sudah terhubung dan beban tidak melebihi batas watt maupun VA. Catat beban pada kondisi normal dan kondisi penggunaan tertinggi yang aman untuk diuji.

2. Simulasikan Gangguan Listrik

Uji apakah UPS mengambil alih sesuai rancangan, alarm terkirim, runtime mencukupi, dan UPS untuk shutdown server dapat mempertahankan sistem sampai proses pemadaman selesai. Pengujian harus direncanakan bersama pengelola server dan kelistrikan agar tidak menimbulkan gangguan atau kehilangan data.

3. Dokumentasikan Hasil dan Tindakan Perbaikan

Catat beban, runtime aktual, status baterai, keberhasilan notifikasi, proses shutdown, dan masalah yang ditemukan. Gunakan checklist pengajuan untuk mendokumentasikan hasil tersebut untuk menentukan apakah konfigurasi atau kapasitas UPS untuk server perlu disesuaikan.

FAQ tentang Cara Memilih UPS untuk Server yang Tepat

Beberapa pertanyaan berikut dapat membantu memperjelas kebutuhan sebelum memilih UPS untuk server.

1. Berapa kapasitas UPS yang dibutuhkan untuk satu server?

Kapasitasnya bergantung pada konsumsi daya server dan perangkat pendukung yang harus tetap aktif. Saat menghitung kebutuhan UPS server, periksa batas watt dan VA UPS serta sediakan ruang untuk perubahan beban yang sudah direncanakan.

2. Berapa lama UPS dapat menyalakan server?

Durasi bergantung pada besar beban, kapasitas dan kondisi baterai, serta konfigurasi UPS. Gunakan runtime chart produsen berdasarkan beban aktual untuk memperkirakan waktu backup UPS.

3. Apakah UPS tetap diperlukan jika gedung menggunakan genset?

UPS masih dapat dibutuhkan untuk menjaga suplai selama perpindahan dari listrik utama ke genset dan memberi waktu penanganan jika sumber cadangan tidak berhasil mengambil alih sesuai rencana.

4. Apakah semua server harus menggunakan UPS online?

Tidak selalu. UPS online untuk server dapat dipertimbangkan untuk kebutuhan kualitas daya dan ketersediaan yang lebih tinggi, tetapi pemilihannya tetap perlu disesuaikan dengan tingkat kekritisan sistem, kondisi listrik, dan spesifikasi perangkat.

5. Apakah baterai tambahan selalu bisa memperpanjang runtime?

Tidak. Hanya model tertentu yang mendukung external battery pack. Periksa spesifikasi UPS untuk server sebelum merencanakan penambahan baterai.

Kesimpulan

Memilih UPS untuk server perlu dimulai dengan menghitung seluruh beban yang harus dilindungi dan menentukan apa yang perlu dilakukan ketika listrik padam. Setelah itu, tentukan kapasitas UPS untuk server, target runtime, topologi, baterai, monitoring, serta mekanisme shutdown yang sesuai.

Jangan berhenti pada spesifikasi produk. Uji sistem dengan beban aktual agar waktu backup benar-benar cukup untuk menunggu sumber cadangan atau menyelesaikan proses shutdown dengan aman.

Tentukan UPS Server Berdasarkan Beban dan Runtime yang Dibutuhkan

Anugrah Pratama menyediakan produk UPS untuk server bagi perusahaan, instansi, maupun kebutuhan infrastruktur IT lainnya. Jika Anda sedang menentukan UPS server perusahaan, konsultasikan jumlah perangkat, total beban, target waktu backup, dan prosedur pemadamannya agar kapasitas dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Anugrahpratama.com menyediakan UPS bergaransi yang dapat dipilih berdasarkan kebutuhan server dan perangkat pendukung.

Anugrahpratama.com
Jl. Karimun Jawa no.2 Surabaya, 60281
Jawa Timur – Indonesia
Telepon: 031-5928580
Whatsapp: 08113127777

  • Penulis: APmin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • VivoMini UN42

    VivoMini UN42: Desktop Mini Berkelas Bisnis

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2015
    • account_circle superadmin
    • visibility 204
    • 2Komentar

    Produsen komponen komputer asal Taiwan, Asus, kembali mengeluarkan inovasi terbarunya dalam bentuk mini PC bernama VivoMini UN42. Perkembangan teknologi yang sangat pesat menuntut manusia untuk selalu siap dalam mengikuti arus kemajuan teknologi, termasuk dalam evolusi komputer. Jika dahulu PC memiliki ukuran yang raksasa, kini manusia bisa menggunakan mini PC yang kemampuannya tak kalah dengan desktop […]

  • VGA Card

    Pakai VGA Card, Ubah Data Digital menjadi Desain Grafis Berkualitas!

    • calendar_month Senin, 30 Mei 2022
    • account_circle APmin
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Teruntuk anda yang memiliki pekerjaan dibidang multimedia atau yang hobby ngegame, kartu VGA ini harus segera anda miliki. VGA Card adalah suatu komponen terpenting yang ada pada perangkat komputer untuk memaksimalkan tampilan grafik agar tetap bagus. Sebelum memiliki kartu tersebut, anda harus mengetahui secara detail semua hal terkait VGA Card mulai dari pengertian, fungsi, jenis dan […]

  • SEVIMA

    Mengenal Aplikasi SEVIMA GoFeeder

    • calendar_month Kamis, 11 Agt 2016
    • account_circle superadmin
    • visibility 326
    • 0Komentar

    Setiap perguruan tinggi tentu membutuhkan sistem yang dapat digunakan untuk melaporkan berbagai data, mulai dari data diri mahasiswa, data perkuliahan, data dosen, dan masih banyak lainnya. Apabila sebuah perguruan tinggi masih menggunakan cara yang manual, tentu akan sangat merepotkan karena data yang diolah sangat banyak. Sebelum mengenal lebih jauh mengenai SEVIMA GoFeeder, sebaiknya Anda memahami […]

  • Fitur Android 11 terbaru yang jadi sorotan netizen

    Fitur Android 11 terbaru yang jadi sorotan netizen

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2020
    • account_circle APmin
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Fitur android 11 terbaru semakin menarik untuk digunakan. Beberapa fitur akan membuat pengguna android 11 akan lebih mudah dalam menggunakan android. Dalam kesempatan ini anugrahpratama.com telah memberikan ulasan beberapa fitur android 11 untuk Anda. Sederhanakan pembaruan aplikasi di Play Store Android 11 akan mengikuti jejak Android versi sebelumnya yaitu versi 10, di mana Google dapat […]

  • Samsung Rilis Smartphone Berkamera 400 MP, Beneran?

    Samsung Rilis Smartphone Berkamera 400 MP, Beneran?

    • calendar_month Kamis, 14 Sep 2023
    • account_circle APmin
    • visibility 180
    • 0Komentar

    anugrahpratama.com – Setelah resmi meluncurkan S23 Ultra dengan kamera 200 Mega Pixel, Samsung kabarnya akan segera merilis salah satu teknologi terbarunya pada 2024 mendatang. Menurut laporan rahasia Revegnus melalui postingannya di X mengatakan bahwa Samsung Rilis Smartphone berkamera 400 MP. Baca juga: 5 Trik Fotografi Profesional dengan Kamera Smartphone Adalah sensor HU1 dengan ukuran kamera […]

  • Google AI Untuk Curhat yang Mampu Beri Nasihat

    Google AI Untuk Curhat yang Mampu Beri Nasihat

    • calendar_month Senin, 21 Agt 2023
    • account_circle APmin
    • visibility 258
    • 0Komentar

    anugrahpratama.com – Manusia memiliki banyak aktivitas yang dilakukan setiap hari dan menjadi rutinitas, sehingga tak jarang Sebagian besar manusia butuh mencurahkan isi hatinya. Mencurahkan isi hati ini merupakan salah satu kebutuhan yang tidak bisa dianggap remeh. Untuk itu salah satu Perusahaan raksasa di dunia, Google membuat terobosan baru yaitu Google Ai Untuk Curhat. Baca juga: […]

expand_less