close
smart city

Server: Pengertian dan Fitur Server

server

Server merupakan sebuah hardware yang memiliki fungsi yang bertugas untuk mengatur jalur lalu lintas data yang terjadi pada sebuah jaringan. Pada sebuah jaringan terdiri dari banyak komponen dan komponen-komponen tersebut saling terhubung. Hal tersebut terkadang menyebabkan kerancuan dalam pemahaman dan cara kerja bagian-bagian server, artikel ini akan membahas mengenai pengertian dan fitur server.

Tugas yang dilakukan oleh komputer server tergantung pada penggunaan komputer server. Pengertian dan fitur server secara umum adalah :

  • Menyimpan aplikasi dan database yang dibutuhkan oleh komputer yang terhubung.
  • Menyediakan fitur keamanan komputer.
  • Melindungi semua komputer yang terhubung dengan menggunakan firewall.
  • Menyediakan IP Address untuk mesin komputer yang terhubung.

Overview

Ketika kita membedakan pengertian dan fitur server mengenai software, maka kita akan berbicara tentang kegunaan utama dari server tersebut. Jadi, yang akan kita bicarakan adalah tentang aplikasi server, mail server, web server dan lainnya. Hardware untuk sebuah mail server mungkin sama seperti yang digunakan oleh web server, namun software yang digunakan tentunya sangat berbeda. Hal ini disebabkan karena kebutuhan dari web server dan mail server berbeda.

Web server meng-handle permintaan untuk sebuah halaman web dengan menggunakan internet, aplikasi web server menjalankan sebuah program untuk klien yang meminta datanya, data yang dikirim oleh client diproses pada aplikasi ini lalu dikembalikan dalam bentuk data yang diminta. Hasil data tersebut bisa berupa laman web, perhitungan, men-generate download link dan sebagainya.

Sedangkan untuk sebuah mail server bisa dianalogikan seperti sebuah kantor pos, didalam kantor pos pasti terdapat sebuah transaksi pengiriman. Kantor pos mengatur seluruh pengiriman agar sebuah pesan bisa sampai ke penerimanya dengan tepat.

Tugas dari sebuah server adalah menentukan hardware yang dibutuhkan untuk penggunaannya. Sebuah server yang digunakan untuk melakukan print disebuah kantor kecil, setidaknya membutuhkan low-end server, anda tidak perlu membeli server yang memiliki kemampuan multi-core untuk tugas ini. Berbeda dengan perusahaan enterprise system yang mungkin melayani lebih dari ribuan client dan membutuhkan manajemen database, data warehousing atau transaksi e-business. Perusahaan seperti ini membutuhkan high-end server dengan fasilitas multi-processor yang mampu bekerja dengan baik, cepat, dan stabil.

Sebenarnya apapun nama konfigurasi server tersebut, tujuan utamanya adalah memberikan informasi untuk berbagai device yang terhubung. Kunci untuk menentukan sebuah hardware server yang tepat untuk kebutuhan kita adalah mengetahui tipe informasi yang akan ditangani dan berapa banyak client yang akan mengirimkan permintaan kedalam server pada waktu yang ditentukan. Anda tentu saja tidak akan menggunakan sebuah PC tua sebagai server, PC dengan spesifikasi yang lama tentunya tidak akan bisa menangani beban transaksi yang dibutuhkan.

Fitur-fitur server

Tipe data yang akan dilayani oleh server dan untuk siapa pelayanan server tersebut menentukan fitur yang dibutuhkan oleh sebuah server. Faktor-faktor seperti ukuran data, kapasistas penyimpanan dan ketersediaan ruang penyimpanan merupakan bagian dari pengambilan keputusan, akan tetapi harga dan skala server juga bisa menjadi pertimbangan pemilihan server. Beberapa daftar fitur dibawah ini merupakan dasar pemilihan sebuah server.

Processor

Server berbasis sistem operasi Windows biasanya digunakan untuk kebutuhan perusahaan kecil dan menengah. Anda akan sering menemukan mereka dilengkapi dengan prosessor AMD atau Intel dengan bit-rate sebesar 32 bit. Disisi lain, kebanyakan perusahaan besar menggunakan server berbasis UNIX/Linux dengan menggunakan prosessor AMD Opteron, Intel Itanium atau RISC Chips yang memiliki bit-rate sampai 64-bit. Hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan prosessor untuk server adalah:

Clock speed

Ini dia yang menyatakan kecepatan dari sebuah prosessor ketika melakukan proses komputasi. Kecepatan dari prosessor ini biasanya diukur dengan satuan GHz. Umunya, semakin cepat sebuah clock-speed dari sebuah prosessor maka sekain besar pula performa dari prosessor tersebut. Membeli sebuah prosessor yang memiliki kecepatan yang cukup tinggi mampu memberikan performa yang luar biasa pada kinerja server serta memberikan anda kenyamanan untuk kinerja server kedepannya.

Jumlah Core

Jumlah core pada prosessor merupakan jumlah dari physical prosessor yang terdapat pada 1 prosessor tersebut. Dengan perkembangan prosessor yang cukup cepat, kini sebuah server setidaknya membutuhkan 2 hingga 4 buah core pada 1 prosessor. Banyaknya core yang terdapat pada prosessor anda memungkinkan sebuah server melakukan multitasking dengan baik.

Ukuran Cache

Setiap prosessor memiliki high-speed memory yang diletakan langsung pada salah satu core-nya. Semakin besar cache yang dimiliki oleh sebuah prosessor, maka semakin menambah kemampuan prosessor untuk membaca sebuah data dari sistem memori yang terletak diluar CPU (Central Processing Unit). Untuk server yang menangani pekerjaan yang banyak, server dengan cache memori yang besar mampu memberikan sebuah perbedaan dalam penanganan setiap data-data yang diproses dengan lebih cepat. Umumnya prosessor dengan core yang lebih banyak memiliki cache memori yang lebih besar.

Intel Xeon E-Series
Intel Xeon E-Series

Untuk kebutuhan penggunaan entry-level dan multi-purpose business, biasanya digunakan server yang memiliki prosessor Intel Xeon base series atau Intel Celeron. Spesifikasi dari prosessor Intel Xeon base series yaitu mampu menyuplai kecepatan hingga 2.8 GHz, Dual-processing, L3 cache sebesar 5Mb dan system bus sebesar 220 MHz. Sedangkan sebuah prosessor Intel Quad-Core memiliki spesifikasi yaitu mampu menyuplai kecepatan hingga 2.6 GHz, L3 Cache sebesar 5Mb, dan system bus sebesar 200 MHz dan desain dual-processing.

Spesifikasi
Intel Xeon entry-level series
Intel Quad-Core
Kecepatan Up to 2.6 GHz Up to 2.8 GHz
L3 Cache 5Mb 5Mb
System bus 200 MHz 220 MHz
Desain sistem Dual-processing Quad-processing

Tabel perbandingan processor untuk entry-level business

Beranjak dari entry-level business, kini kita menuju ke mid-range business system. Dengan kebutuhan mid-range, processor Intel Xeon mampu mengakomodasi kebutuhan pada kategori ini.Processor  Intel Xeon E series sendiri memiliki spesifkasi yaitu desain sistem dual-processor, berjalan pada kecepatan hinggan 2.4 GHz, L2 cache sebesar 512k dan memiliki sistem bus sebesar 400-MHz. Xeon processor mendapatkan tambahan tenaga yang cukup besar dengan teknologi bawaannya yaitu Intel Hyper-Threading, teknologi ini memungkinkan sebuah processor untuk melakukan eksekusi pada terhadap 2 pekerjaan (thread) secara bersamaan. Selain Intel Xeon, Intel juga mengeluarkan versi yang lebih baru dari sebuah Intel Xeon yaitu Intel Xeon MP. Spesifikasi dari Intel Xeon MP yaitu mampu berjalan pada kecepatan hingga 1.6 GHz, memiliki system buz sebesar 400-MHz, memiliki kapasistas L2 cache sebesar 256k dan L3 cache sebesar 1MB serta memiliki teknologi Hyper-Threading.

Spesifikasi

Intel Xeon E Series

Intel Xeon MP

Kecepatan Up to 2.4 GHz Up to 1.6 GHz
L2 Cache 512k 256k
L3 Cache 1 Mb 1 Mb
System bus 400 MHz 400 MHz
Desain sistem Dual-processing Quad-processing
Teknologi Hyper-Threading Hyper-Threading

Tabel perbandingan processor untuk mid-range business

Cara kerja teknologi Hyper-Threading
Cara kerja teknologi Hyper-Threading

Menuju ke level berikutnya yaitu enterprise business system, berarti kita membahas kebutuhan akan processor yang memiliki bit-rate hingga 64 bit arena. Baik AMD Operton maupun Intel Itanium Processor merupakan pemain baru untuk level 64 bit processor. Intel Itanium Processor merupakan processor yang menggunakan desain sistem baru dari Intel yaitu IA-64 yang memiliki fitur Intel EPIC (Explicity Parallel Instruction Computing), teknologi ini diklaim mampu mengeksekusi 6 pekerjaan (thread) secara bersamaan. Sebaliknya AMD Opteron dibangun dengan desain arsitektur teknologi x86 architecture, teknologi ini mampu menjalankan aplikasi 64-bit dan 32-bit sama baiknya.

AMD Opteron Series
AMD Opteron Series

Intel Itanium merupakan versi terbaru dari processor Intel, ada beberapa processor pendahulunya yang bekerja cukup baik untuk kategori entreprise business ini yaitu Intel Xeon X-series dan Intel Xeon 10C E-series.

Intel Itanium
Intel Itanium

Memori

ECC (Error Correction Code) Memori merupakan teknologi yang biasa terdapat pada berbagai server. Teknologi ini terdiri dari beberapa spesial sirkuit yang mampu mendeteksi dan membenahi kesalahan sekecil apapun tanpa harus memutus kerja sistem. Entry-level server memiliki memory sebesar 2GB yang cukup untuk aplikasi email dan workgroup. Untuk enterprise server biasanya menggunakan memori hingga 16GB untuk menangani high-end database dan komputasi matematis yang rumit. Keseimbangan dari kinerja server tergantung dari besarnya processing power (prosessor) dan memori yang ada pada saat server menangani beban dari permintaan user dan tipe aplikasi yang dijalankan server. Beberapa memory server menggunakan teknologi spare bank, dimana teknologi tersebut berperan sebagai administrator untuk mengatur pembagian kerja memory server. Hal ini bertujuan untuk membedakan kerja memori secara spesifik, ada yang bertugas untuk mengatur primary module fail dan chipkill serta ada bagian yang mengatur pembenahan beberapa bagian error yang akan menghambat kinerja server.

Perbedaan Memori ECC dan Non-ECC
Perbedaan Memori ECC dan Non-ECC

Konektivitas

Kebanyakan entry-level server datang dengan konfigurasi transmisi kecepatan adapter ethernet sebesar 10 hingga 100 Mbps. Untuk server dengan level diatasnya menawarkan kecepatan hingga gigabit per second. Meskipun kebutuhan anda tidak menggunakan kecepatan tinggi untuk kegiatan operasionalnya, anda mungkin dapat mempertimbangkan pemilihan server dengan kecepatan yang mencapai gigabit ini, terutama jika network adapter anda sudah terintegrasi. Pemilihan konektivitas hingga gigabit ini mampu menghindarkan anda dalam pembelian expansion slot untuk ethernet card tambahan ketika anda ingin beralih ke teknologi gigabit.

Hard-Drives

Entry-level server masih menggunakan teknologi SATA pada hard drive-nya. Sedangkan untuk mid-range hingga high-level server sudah menggunakan teknologi SCSI pada hard drive-nya untuk memaksimalkan performa dari server tersebut. SCSI drive dapat berputar pada kecepatan hingga 15.000 rpm sedangkan untuk SATA drive hanya mampu berputar dengan kecepatan maksimal hingga 7.200 rpm.

Contoh SCSI Hard-Drive untuk Server
Contoh SCSI Hard-Drive untuk Server

High-level server menggunakan hot-pluggable drive yang mampu tersambung dengan RAID controller, yang mana mampu terintegrasi dengan motherboard (system board) dan menduduki slot PCI atau bahkan melakukan keduanya secara bersamaan tergantung dari berapa banyak drive yang tersambung. Konfigurasi RAID biasanya mencakup mirroring, striping dan variasi dari kombinasi keduanya. Konfigurasi RAID memberikan proteksi terbaik dari kehilangan data ketika kita menuliskan data pada 2 drive sekaligus. Jika gagal penulisan data pada 1 drive, data tetap disimpan pada drive sebelumnya.

Availability

Fitur-fitur seperti hot-pluggable hard drive dan PCI Slot, RAID, redundant fans dan power supplies, serta server clustering mampu menjaga server tetap berada pada standart tinggi dan berjalan tanpa kemungkinan downtime yang tinggi, serta mampu menghasilkan availability (ketersediaan) server yang tinggi. Untuk konfigurasi cluster terdiri dari 2 atau lebih server yang bertindak sebagai mirror dari primary server (server utama). Dengan cara ini server dapat berjalan dengan baik ketika server utama mati.

Management (Kemampuan service)

Kebanyakan server kelas menengah (Mid-Level) dan kelas atas (High-Level) memiliki software management yang mampu meningkatkan kinerja administrator sehingga administrator dapat mengakses server secara remote di berbagai lokasi, menampilkan log dari event-event yang telah dikerjakan oleh server, mampu melakukan perawatan rutin seperti update BIOS dan software, dan menginisiasikan shutdown dari server. Fitur tambahan yang bisa didapatkan adalah memberi anda kuasa untuk mengatur ruang penyimpanan device yang terhubung pada server anda, menentukan parameter untuk memprediksi kegagalan, mendiagnosa masalah pada server, dan mengirimkan peringatan via email, pager atau telepon.

Physical Size (Ukuran Server)

Kunci lainnya yang mungkin bisa menjadi pertimbangan dalam fitur server adalah ukuran dari server tersebut. Tower sistem memakan lebih banyak tempat daripada server dengan tipe rack-mounted. Rak server datang dengan berbagai variasi ukuran, dengan ukuran dari 1U (tinggi 1.75 inci) hingga 8U (tinggi 14 inci). Mounting rack datang dengan tipikal kapasitas 22U atau 42U. Rak dengan kapasitas 42U dapat dimasuki 42 server dengan ukuran 1U, atau berbagai kombinasi ukuran asal ukurannya tidak lebih dari 42U. Keuntungan tambahan dari rack-mounted server adalah maintenace (perawatan) server yang mudah. Tipe ini memiliki fitur seperti front-loading drive bays dan rear-access expansion slot (slot tambahan yang diletakan dibelakan rak server), yang dapat di geser masuk dan keluar dari rak serta membantuk kerja dari IT staff untuk menjaga agar kabel dari data center tetap rapi dan terorganisir.

Tower server vs rack mounted server
Tower server vs rack mounted server

Sistem Operasi

Kebutuhan akan sistem operasi dan aplikasi untuk sebuah server bergantung pada penggunaan server tersebut. Sebuah server sangat memungkinkan untuk melakukan file-sharing antar beberapa device yang terhubung dan mengurangi kemungkinan untuk bottleneck dari sebuah jaringan. Sebuah server juga menyediakan sistem pengamanan tersendiri untuk data-data yang sedang diprosesnya.
Untuk perusahaan yang kecil dan menengah, disarankan untuk memasang sistem operasi Windows Server 2008 R2. Operating system(OS) Windows Server memungkinkan untuk di-install ketika dalam proses pemesanan dan bisa langsung digunakan ketika server yang anda pesan sampai pada kantor anda. Selebihnya jika perusahaan anda merupakan perusahaan yang besar dan melayani berbagai tipe user, maka akan sangat disarankan bagi anda untuk menggunakan Linux sebagai sistem operasi server anda.

Istilah-Istilah yang ada pada Server

  • Appliance server. Merupakan aplikasi spesifik yang bekerja pada server, aplikasi ini memiliki tugas untuk melakukan konfigurasi sebelum proses instalasi dan integrasi jaringan berlangsung.
  • Application server. Merupakan tipe dari server yang menangani proses operasi intensif sebelum mengirimkan data ke client.
  • Clustering. Clustering merupakan koneksi antar 2 server atau lebih secara pararel yang menangani permasalahan load balancing, kegagalan mengirimkan data. Pada kasus kegagalan pengiriman data ke client, sebuah server yang memiliki mirror-server akan menanganinya agar tidak terhambat proses operasinya.
  • ECC (Error Correting Code) Memory. ECC Memory merupakan tipe memori yang dapat mendeteksi dan membenahi kesalahan (error) ketika data ditransmisikan.
  • Fault Tolerance. Merupakan kemampuan untuk mengkonfigurasi sebuah hardware dan software dengan tepat untuk memastikan keberlangsungan sistem ketika terjadi suatu kegagalan proses.
  • Fibre Channel. Fibre channel merupakan teknologi high-bandwidth dengan transfer data mencapai kecepatan hingga 2 Gbps, digunakan untuk mengkoneksikan device penyimpanan, server dan peripherals lainnya yang terdapat pada 1 network. Dalam beberapa kasus, teknologi ini juga digunakan untuk menyambungkan beberapa drive di dalam konfigurasi RAID
  • High-availability. Istilah high-availability ini mengarah ke hardware dan software yang ada pada server didesain untuk meminimalisasi downtime pada server yang berjalan selama 24 jam sehari.
  • Hot-plug. Hot-plug merupakan sebuah fitur dari server yang berguna untuk mengganti sebuah komponen dengan komponen lainnya tanpa mematikan server atau menyebabkan gangguan servis pada kerja server.
  • Hyper-Threading. Sebuah teknologi dari Intel yang digunakan untuk sebuah single-processor agar bisa mengeksekusi 2 perintah (thread) diwaktu yang bersamaan.
  • NAS (Network-attached storage). NAS berguna untuk mengkoneksikan 1 atau lebih device storage (HDD) melalui LAN dan mampu melakukan sharing data dari server ke client.
  • NIC (Network Interface Card). NIC merupakan integrated PCI atau PCI tambahan yang berfungsi sebagai penghubung yang mengkoneksikan server dan PC dalam satu network atau sebaliknya. Protokol NIC yang paling terkenal adalah Ethernet.
  • RAID (Redundant Array od Inexpensive Disks). Merupakan cluster dari sebuah drive yang anda gunakan sebagai ruang penyimpanan server anda, lalu mengkonfigurasikannya sebagai sistem yang menangani toleransi kesalahan, optimasi performa atau keduanya.
  • Redundant Component. Redundant component memiliki tugas untuk menduplikasi server, power supply, pendingin dan berbagai komponen lainnya yang memiliki peran dan fungsi penting ketika drive utama mengalami kegagalan pengiriman data (failure operation).
  • RISC (Reduced Instruction-Set Computing). RISC merupakan tipe dari sebuah processor yang mampu mengeksekusi sebuah perintah secara terbatas dan mampu menangani beberapa perintah sekaligus.
  • SAN (Storage Area Network). SAN adalah sebuah segmen dedicated network yang terdiri dari berbagai alat penyimpanan (storage device) yang menyambung ke server tanpa gangguan dari traffic network.
  • Scalability. Kemampuan sistem untuk melakukan upgrade agar menemukan pengaturan terbaiknya sehingga sistem berjalan dengan baik, dan penanganan workload jadi meningkat.
  • SCSI (Small Computer System Interface). SCSI merupakan sebuah interface standart yang digunakan untuk high-speed bus, digunakan untuk menyambungkan berbagai peripherals seperti hard drive, printer dan optical drive

Kesimpulan

Sebuah server memiliki berbagai macam fitur yang mampu menentukan kinerjanya, sedangkan kita membutuhkan server yang sesuai dengan kebutuhan kita. Kita dapat menyesuaikan kebutuhan kita sesuai dengan ketersediaan server dipasaran, hal ini dikarenakan kita tidak memungkinkan untuk build own server seperti desktop PC. Memilih server dengan tepat akan membantu kita berhemat dalam segi budgeting, tidak hanya berhemat namun menemukan teknologi yang pas akan menjadikan kinerja server cukup maksimal untuk kebutuhan kita.

Pengertian dan fitur server yang dijelaskan diatas diharapkan mampu memberikan anda penjelasan yang cukup detail mengenai berbagai istilah pada server, kedepannya diharapakan anda mampu memahami setiap detail spesifikasi server sebelum membeli.

Jika anda masih bingung untuk memilih sebuah server, kunjungi laman berikut untuk panduan memilih server yang tepat bagi kebutuhan anda disini.

Leave a Response