close

Perbedaan Server dan Desktop PC Biasa

perbedaan server dan desktop pc

perbedaan server dan desktop pcKebanyakan bisnis kecil mungkin lebih menghemat uang untuk bisa menjalankan sistem operasi server pada desktop PC biasa, namun percayalah bahwa PC biasa bukalah pengganti yang baik untuk komputer server. Lalu apa perbedaan server dan desktop PC biasa? Anda bisa menyimak artikel ini untuk mengetahui lebih lanjut mengenai perbedaan antara server dengan komputer biasa dan memahami lebih lanjut mengenai teknologi core yang terdapat pada kedua perangkat tersebut.

Overview

Ketika kita ingin mengimplementasikan sebuah jaringan komputer pada kantor, mungkin kita tidak bisa lepas dari pengeluaran untuk membeli sebuah server. Namun, bukanlah hal yang bijak ketika anda lebih memilih menggunakan desktop PC biasa sebagai server dari kantor dengan alasan bahwa desktop biasa lebih murah jika dibandingkan dengan server. Anda sama sekali tidak akan merasakan keuntungan memiliki server jika melakukan hal tersebut. Jika usaha bisnis anda masih tergolong kecil, namun tetap berkembang, anda bisa mempertimbangkan untuk membeli server dengan kategori entry-level. Dengan harga yang sedikit mahal, anda lebih bisa melakukan manajemen terhadap perusahaan dengan baik, menghemat waktu kerja dan tidak akan terlalu sering melakukan perbaikan.

perbedaan server dan desktop pc
Contoh server dalam satu ruangan

Hal diatas terjadi karena, sistem operasi server memang tidak di desain untuk komputer biasa. Sehingga membeli server merupakan hal yang tepat untuk penggunaan bisnis.

Pada artikel ini kami akan menjelaskan beberapa perbedaan server dan desktop PC biasa, sehingga diharapkan pengguna mengetahui dan tidak bimbang dalam membeli sebuah server (baca juga panduan memilih server disini).

1. Perbedaan utama

Banyak orang diluar sana salah mengartikan perbedaan server dengan PC biasa, dan bahkan menganggap jika server tidak memiliki perbedaan dengan PC. Sebenarnya, kinerja server tidak jauh berbeda dengan PC, hanya kinerja server lebih berat dari penggunaan PC biasa. Beberapa orang mencoba untuk membuat PC yang memiliki spesifikasi hardware yang hampir mirip dengan server, sehingga bisa menjalankan sistem operasi server, hal tersebut tak lantas membuat desktop PC biasa menjadi sebuah komputer server. Meski perangkat lunak dan perangkat keras dari desktop PC memiliki kemiripan yang tipis atau bisa dibilang hampir sama, PC biasa tetap tidak bisa digunakan sebagai server. Mengapa begitu? karena teknologi yang digunakan berbeda dan tujuan dari kedua perangkat tersebut pun juga berbeda.

perbedaan server dan desktop pc
Salah satu perangkat server

Sistem dari desktop PC biasanya menjalankan sistem operasi yang memiliki tampilan yang memudahkan pengguna. Tak hanya itu, aplikasi-aplikasi yang terdapat pada komputer PC biasanya hanya digunakan untuk kebutuhan-kebutuhan pekerjaan biasa. Hal tersebut tentu saja memiliki perbedaan yang kontras dengan server, server memang bekerja layaknya sebuah PC, namun tipe pekerjaannya jelas sangat berbeda. Server melakukan manajemen terhadap semua perangkat jaringan. Server pun juga biasanya tidak digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang tidak berada dalam kendali server (tidak digunakan untuk kegiatan PC biasa). Server mungkin bisa saja melakukan kegiatan PC biasa, namun akan sangat merugikan tentunya. Server sendiri merupakan komputer yang didesain untuk melakukan manajemen, penyimpanan, pengiriman dan memproses sebuah data dalam waktu 24 jam selama 7 hari secara berturut-turut.

perbedaan server dan desktop pc
Contoh desktop PC biasa

Seperti yang telah kami sampaikan, bahwa pekerjaan server tentu saja lebih berat. Oleh karena itu, perangkat server lebih dapat diandalkan dan memiliki berbagai fitur yang lebih tinggi daripada desktop PC pada umumnya. Selain itu, komponen-komponen dari server juga tidak akan anda dapati pada komputer biasa.

2. Perbedaan Perangkat Keras

Kedua, perbedaan server dan desktop PC biasa adalah pada komponen-komponen perangkat keras yang digunakan. Server memiliki komponen yang jauh lebih baik jika dibandingkan dengan PC. Anda akan melihat komponen-komponen server memiliki kualitas yang lebih baik dan juga beberapa komponen server seperti harddisk, kipas dan power supply mendukung teknologi redundansi. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan teknologi redundasi tersebut? Redundansi merupakan sebuah teknologi yang mampu mengganti perangkat tersebut tanpa perlu mematikan mesin. Dan apakah teknologi redundasi tersebut berguna? Jika perangkat desktop PC mati, maka yang dirugikan hanya satu orang. Namun ketika server mati, akan banyak sekali orang yang terkena imbasnya. Oleh karena itu, server harus memiliki teknologi redundasi agar server bisa bekerja tanpa memiliki down time yang tinggi.

Redundansi sangat mudah untuk di cek. Ketika ingin memiliki sebuah perangkat server yang memiliki teknologi redundansi, anda tinggal mengecek RAID dari server. RAID pada server yang redundan memiliki disk yang tidak murah dan mampu menjaga semua disk penyimpanan dari keadaan mati. Untuk server yang memiliki harga yang mahal, menawarkan fitur seperti hot-swap sehingga kipas, harddisk, memori tinggal dilepas saja jika terjadi kerusakan. Tak jarang juga prosesor menggunakan lebih dari 1 prosesor yang ada dan terdapat beberapa memori RAM. Dengan kemampuan tersebut, membuat server bisa berjalan lebih halus dan lancar.

Pengguna bisa memilih berbagai model server untuk keperluan penggunaannya. Server memiliki 3 model yaitu tower, rack dan blade.

3. Perbedaan Perangkat Lunak

Untuk desktop PC biasa, sistem operasi yang digunakan contohnya adalah Windows XP, Vista, 7 atau pun 8. Beberapa PC menggunakan sistem operasi Mac atau mungkin menggunakan alternatif lain seperti Linux. Beberapa sistem operasi diatas, menangani penggunaan untuk kebutuhan pengguna pada umunya.

Berbeda dengan PC biasa, server dilengkapi dengan sistem operasi yang memiliki kemampuan yang lebih bertenada jika dibandingkan dengan sistem operasi milik PC. Sistem operasi yang digunakan pada server, melakukan penanganan terhadap beberapa permasalahan seperti jaringan, email, internet/intranet, file sharing, database, dan masih banyak lagi. Contoh sistem operasi yang biasa digunakan pada server adalah Windows Server, Windows Small Business Server, dan Mac OS X Server.

Alternatif lain dari sistem operasi server adalah Linux. Bahkan tak jarang pengguna server memasang sistem operasi Linux. Beberapa distro Linux yang biasanya digunakan untuk server adalah Red Hat, Debian dan SUSE.

1 Comment

Leave a Response