close
panduan memilih server berkualitas
panduan memilih server berkualitas

panduan memilih server berkualitas

Server selalu dikaitkan dengan pekerjaan multifungsi yang melibatkan multi-device. Tak jarang sebuah perusahaan kecil pun menggunakan server sebagai pusat pengolahan data perusahaan. Hal tersebut membuat beberapa vendor-vendor server mengeluarkan tipe-tipe server yang sangat beragam untuk memenuhi kebutuhan perorangan atau perusahaan yang juga beragam. Di artikel kami sebelumnya, kami telah membahas berbagai macam fitur-fitur yang ada diserver, dimulai dari pengertian server secara luas, cara kerja server, fitur-fitur server dan juga istilah-istilah yang akan sering anda temukan dalam penggunaan server (baca disini). Pada artikel ini, kami memberikan panduan bagi anda untuk memilih server berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan anda agar Anda dapat membeli server yang tepat.

Table of Content:

1. Memilih server yang sesuai:
Berdasarkan Kebutuhan
Berdasarkan Harga
Berdasarkan Tipe, Ukuran dan Bentuk
2. Kesimpulan

Memilih server yang sesuai

Menentukan kapabilitas server yang akan anda gunakan untuk menangani pekerjaan anda, bisa jadi salah satu hal yang penting sebelum memilih server. Penggunaan untuk kebutuhan yang kompleks seperti menyambungkan satu atau lebih server ke dalam jaringan perusahaan anda, dengan kebutuhan yang hanya sekedar melakukan sharing data dan berbagai peripheral seperti drive penyimpanan atau memori, jelas membutuhkan server yang berbeda.

Pekerjaan yang kompleks seperti pemrosesan data yang besar dan mengatur lalu lintas email perusahaan, membutuhkan server yang berteknologi tinggi agar dapat menangani kebutuhan tersebut. Jika tidak, pekerjaan anda akan terhambat dan tentu saja merugikan perusahaan anda baik dari segi waktu ataupun keuntungan. Banyak hal yang bisa menjadi pertimbangan anda dalam pemilihan server yang berkualitas guna menunjang kinerja anda, seperti pemilihan processor, memory, cache, teknologi dan sebagainya. Semua fitur-fitur server ini saling berkaitan, oleh karenanya banyak server yang dapat bekerja dengan efektif tanpa menggunakan CPU yang paling cepat. Server-server seperti ini mengandalkan kombinasi antara processor yang efisien, memory dan on-board cache yang seimbang serta ketepatan penggunaan software yang digunakan untuk memproses permintaan data dari klien.

Mengetahui tipe client yang terhubung ke server dan data yang akan anda tangani merupakan salah satu pertimbangan penting untuk memilih server yang sesuai dengan kebutuhan anda. Dan jika anda menginginkan server untuk kebutuhan jangka panjang, maka pertimbangkan pemilihan server yang memiliki fasilitas seperti, tempat tambahan, open drive bay, dan ruang untuk processor tambahan. Pertimbangkan juga mengenai ukuran dari server anda, terutama yang digunakan untuk perusahaan, anda tentunya memiliki ruang yang terbatas sebagai tempat penyimpanan server (data center).

Dalam tips memilih server ini akan memberikan panduan yang tepat agar Anda dapat membeli server sesuai dengan kebutuhan Anda. Berikut ini beberapa panduan yang Anda bisa pakai untuk memilih dan membeli server yang tepat.

Kategori server berdasarkan kebutuhan

Berdasarkan kebutuhannya, server bisa dibedakan menjadi 4 jenis.

1. Value (Entry-Level) Server

panduan memilih server berkualitas
Contoh entry level server

Untuk sebuah perusahaan kecil dengan karyawan / pengguna sekitar 10 komputer, dapat memilih value / entry-level server untuk mengolah data perusahaan. Server tipe value / entry-level biasanya dilengkapi dengan teknologi single-processor untuk menangani kebutuhan seperti file-sharing, messanging (email) dan kegiatan print-sharing. Server dengan kategori entry-level, memiliki spesifikasi single processor dengan teknologi Core i3, Core i5 atau Core i7, memori sebesar 2GB, dan 2 drive penyimpanan dengan kapasitas 1-2TB dengan teknologi SATA atau SCSI.

Server jenis entry-level atau tipe value, bisa berbentuk tower maupun rackmount. Untuk server entry-level yang berbentuk rackmout, dapat diletakkan pada sebuah rak server yang cukup ramping agar menghemat ruang.

Untuk lalu lintas data, entry-level server membutuhkan ethernet dengan kecepatan 10/100 Mbps yang terintegrasi dengan jaringan. Selain itu, untuk ekspansi, board yang digunakan diharapkan juga menyediakan 3-4 ruang PCI tambahan, yang beberapa diantaranya bisa digunakan untuk melakukan instalasi komponen seperti network card tambahan, controller third-party RAID (Redundant Array of Independent Disk).

Sementara itu, anda juga dapat mempertimbangkan untuk memilih server yang memiliki spesifikasi lebih tinggi tapi masuk dalam kategori ini. Server dengan tambahan fitur true-server optimized chip set, drive array adapters dan kemampuan untuk memonitoring sistem server. Server entry-level dengan fitur ini dibandrol dengan harga sekitar 10-15 juta.

Perusahaan dengan skala kecil, dapat memilih dan membeli server dengan type entry-level semacam ini untuk dijadikan pusat data perusahaan.

2. Midrange Server

panduan memilih server berkualitas
Contoh Midrange server

Sebuah perusahaan dengan jumlah pengguna komputer antara 20 hingga 100 orang, bisa memilih server dengan tipe midrange server.

Server dengan tipe ini mampu menangani pekerjaan yang lebih luas dan lebih banyak daripada pekerjaan yang dilakukan oleh server tipe entry-level atau value. Midrange server dapat menangani beberapa tugas secara bersamaan, server ini mampu membagi tugas-nya menjadi beberapa bagian seperti menjadi pengatur jaringan, mengatur file-sharing, menjalankan print-sharing dan sebagainya. Midrange server menggunakan 2 hingga 4 processor Intel Xeon atau AMD Opteron basic series, memory sebesar 8GB, 10 drive penyimpanan berteknologi SCSI yang telah didukung dengan konfigurasi RAID.

Server dengan kategori ini sebaiknya memiliki teknologi redundant, hot-puggable hard drive, pendingin dan lebih dari 1 power supply agar mampu menjaga server tetap menyala sepanjang waktu. Ketika drive utama mati atau gagal berfungsi dengan baik, komponen redundant dan beberapa device indentical mengambil alih proses yang berjalan tanpa menggangu servis yang sedang bekerja, hal ini membantu anda untuk membenahi server utama tanpa membuat server down (mati total). Selain itu, fasilitas seperti management tools untuk melakukan remote server, maintenance dan konfigurasi ruang penyimpanan juga terdapat pada server tipe midrange.

Midrange server memiliki berbagai macam bentuk termasuk bentuk konfigurasi berupa tower konvensional. Namun dalam beberapa tahun terakhir ini, midrange server juga hadir dalam bentuk rack-mounted dengan ukuran 1U hingga 3U (U merupakan standart yang digunakan untuk mengukur tinggi dari rack mounted device – 1U sekitar 1.75 inci atau sekitar 5 cm).

Jika Anda memutuskan untuk memilih dan membeli server tipe ini, pastikan server tersebut memiliki kemampuan ekspansi yang cukup untuk menampung data jika perusahaan berkembang. Pastikan server yang Anda beli memiliki slot untuk prosesor tambahan dan slot-slot expansi yang cukup agar Anda dapat memasang peripheral tambahan yang mungkin diperlukan kemudian hari.

3. Blade Server

Blade server ini juga dikenal dengan server yang memiliki kemampuan hemat daya dan ruang yang luar biasa. Blade server ini biasanya tersusun pada satu rak yang memiliki sirkuit yang sama dengan memori, processor, dan network adapter yang terintegrasi, beberapa tipe blade server bahkan ada yang menggunakan ruang penyimpanan terintegrasi. Papan pada server ini atau yang lebih sering kita sebut blade nantinya, dapat digeser masuk dan keluar dengan mudah. Beberapa desain rak dari blade server ini memungkinkan terdapatnya ratusan server dalam satu rak. Server dengan tipe ini tersambung dengan sebuah kabel yang disusun secara pararel, oleh karena itu server ini bisa menggunakan power supply, pendingin dan ruang penyimpanan secara bersamaan. Dikarenakan server ini memiliki fitur pluggable (mudah dipasang / dilepas), maka Jika ada 1 server mati, server tersebut tinggal dialihkan dan diganti oleh server yang lainnya tanpa menganggu kerja dari jaringan yang telah berjalan.

panduan memilih server berkualitas
Contoh Blade server

Server kategori blade server ini hanya memiliki single-core processor, namun karena jumlahnya yang bisa mencapai ratusan, blade server memungkinkan untuk digunakan sebagai web hosting dan beberapa fasilitas pelayanan lainnya, seperti e-commerce. Beberapa vendor besar seperti IBM sudah mulai mengembangkan kemampuan blade server yang menggunakan teknologi multi-processor.

Bagi anda yang menginginkan sebuah pusat data (data center) dengan biaya yang rendah, memilih server dengan tipe ini bisa jadi pertimbangan yang bagus bagi anda. Blade server mengkonsumsi daya yang jauh lebih rendah ketimbang server apapun, hal ini dikarenakan blade server menggunakan low-voltage processor yang mengkonsumsi daya yang rendah dan juga anda dapat menghemat ruang pada data center anda karena ukuran blade server ini relatif kecil.

4. Enterprise server

panduan memilih server berkualitas
Contoh enterprise server

Server dengan kemampuan ini mampu menghasilkan kekuatan dan reliabilitas yang dibutuhkan untuk sebuah pekerjaan yang cukup berat. Enterprise server mampu mengakomodasi lebih dari 1000 user yang bergantung pada database yang besar, data warehousing dan aplikasi e-commerce. Server dengan kemampuan kerja seperti ini biasanya terdapat pada perusahaan-perusahaan seperti airlines (penerbangan), bank, kantor-kantor pemerintah, perusahaan distribusi barang retail yang besar, perusahaan stasiun TV dan universitas.

Sebuah low-end enterprise server mampu menghabiskan dana sebesar 200 juta rupiah dan untuk sebuah full-end enterprise server dapat menembus harga yang cukup fantastis yakni lebih dari 20 miliyar rupiah. Untuk sebuah industri yang besar, setidaknya gangguan yang terjadi pada server selama 1 jam mampu mengakibatkan financial loss yang cukup serius, oleh karena itu harga yang harus dibayar setidaknya sama dengan kemampuan availability server yang tinggi.

Enterprise server ini biasanya dibekali dengan 4 atau 8 processor dengan bit-rate sebesar 32-bit hingga 64-bit, tapi untuk high-end enterprise server bisa menggunakan hingga 64 processor dengan kapasitas bit-rate sebesar 64-bit. Enterprise server ini biasanya menggunakan sistem operasi UNIX/Linux.

Sebagai tambahan untuk kemampuan redundant dan komponen hard-drive, enterprise server dibekali dengan kontroler hot-pulggable RAID dan dibeberapa high-end server terdapat hot-pluggable processor yang memungkinkan penambahan processor pada server. Dengan system yang sudah terintegrasi secara komprensif ini, maka manajemen aplikasi, monitoring dan keamanan menjadi jauh lebih mudah.

Kategori server berdasarkan harga

Semua performa dari sebuah server bermuara pada konfigurasi hardware, hal ini tentu saja di tentukan dengan processing power, memori dan ruang penyimpanan yang tersedia. Oleh karenanya, memilih server dengan kemampuan performa yang bagus ditentukan oleh harganya, semakin tinggi harga yang anda keluarkan untuk membeli server, maka semakin bagus pula fasilitas yang akan anda dapatkan.

Ada beberapa kriteria yang membagi server menjadi beberapa kelas, termasuk pemilihan sistem operasi, kebutuhan akan redundan komponen, kapabilitas manajemen dan monitoring serta skala ukuran server. Anda harus tetap berpikir jangka panjang sebelum memilih dan membeli server untuk kebutuhan anda, hal ini juga berpengaruh terhadap uang yang akan anda keluarkan. Anda mungkin ingin memilih server yang sesuai dengan kebutuhan anda saat ini, tapi hal tersebut bisa berakibat bottleneck ketika perusahaan anda bertambah besar dan user yang menggunakan bertambah banyak. Setidaknya anda memilih server yang memiliki fitur sedikit diatas kebutuhan anda, hal ini bertujuan untuk mengantisipasi alasan diatas.

Dengan mengkategorikan pilihan server berdasarkan harganya, kami membaginya menjadi 5 kategori harga. Antara lain:

1. Entry-Level Price

Entry-level price berada pada kisaran harga kurang dari 10 juta rupiah. Beberapa tahun belakangan ini, banyak produsen server yang memproduksi server untuk kebutuhan perusahaan kecil dan menengah atau penggunaan untuk kebutuhan dirumah. Server tipe ini cukup ideal untuk melakukan proses operasi ringan, seperti file dan print sharing serta melakukan pengiriman email. Server kategori ini didesain untuk penggunaan dan perawatan yang mudah. Hanya sebesar 5 juta atau bahkan kurang, anda sudah bisa mendapatkan entry-level server engan spesifikasi single Core i3 processor, 1TB DDR SDRAM, 500GB single SATA hard drive. Melakukan upgrade processor, menambah memori dan memperbesar hard drive mampu menghabiskan biaya hingga 1,5 juta rupiah dan hal tersebut belum termasuk sistem operasi yang ada akan dipasang pada server anda, sistem operasi sendiri mampu memakan biaya hingga 2 juta rupiah.

Model server untuk kelas entry-level ini biasanya tidak didukung oleh teknologi RAID maupun SCSI. Bahkan pada low-end entry-level server ini, motherboard/systemboard yang ada mirip dengan motherboard yang digunakan untuk PC, tapi ada beberapa part dari motherboard ini yang didesain untuk server, dimana hal ini cukup membantu menyeimbangkan performa dan beban.

Anda bisa memilih server pada kategori ini jika kebutuhan anda hanya sekedar untuk mengirimkan email atau messanging kepada user anda, anda juga bisa menjadikan server tipe ini sebagai solusi untuk print-sharing didalam kantor anda atau anda membutuhkannya untuk mengakomodasi jaringan yang kecil, seperti mengatur lalu lintas data yang ada pada rumah anda.

2. Departemental/Workgroup

Server dengan kategori ini ditujukan untuk menangani perusahaan yang kecil hingga menengah dan membutuhkan hardware yang lebih kuat daripada konfigurasi hardware pada tipe entry-level server. Server tipe ini setidaknya datang dengan processor Intel Xeon atau AMD Opteron x series yang memiliki kecepatan antara 1.5GHz hingga 3.6GHz dan support dengan teknologi dual-processor/quad-processor. Carilah spesifikasi yang setidaknya menggunakan L3 Cache sebesar 512kb, memiliki spesifik chipset, dan terintegrasi dengan adapter dual-channel berteknologi SCSI atau RAID controller dan memiliki garansi yang panjang.

Jika anda ingin menambahkan ruang penyimpanan, memori dan komponen redundan, tentu saja harganya akan beranjak naik. Namun, server dengan tipe ini memberikan anda kemudahan untuk melakukan upgrade kedepannya. Kemampuan untuk memperluas konfigurasi hardware dari server ini, memperbolehkan anda untuk menambahkan setidaknya 6GB memory, 6 buah hard drive tambahan, drive controller tambahan dan network adapter.

Pada kategori ini, server dibanderol dengan harga 10 hingga 50 juta rupiah. Anda dapat membeli server tipe ini jika pekerjaan anda membutuhkan mid-level application dan sebuah file-server atau anda akan memberikan layanan database yang tidak terlalu besar, front-end workload atau pembagian segmen pada klien anda.

3. Appliance

Server dengan kategori ini setidaknya memakan biaya sekitar 20 juta rupiah untuk 1 base unit dengan spesifikasi 1 processor dan memory sebesar 512. Ketika anda menambahkan uang untuk membeli server dengan tipe ini, maka akan mendapatkan tambahan berupa, hardware yang lebih spesifik dan software yang sudah mendukung pekerjaan seperti web caching atau load balancing.

Jika anda membeli server dengan harga sebesar 25 juta rupiah hingga 50 juta rupiah, anda akan mendapatkan dual-networking port, 1 atau 2 hard drive dan berbagai software yang belum di-install seperti email, firewall, print server, web management dan backup software. Untuk kantor kecil (karyawan 10-15 orang) dengan karyawan IT yang terbatas, server tipe appliance yang terpasang dengan benar akan dapat menangani kegiatan email, file dan print-sharing atas perintah sendiri dan fasilitas alat NAS (Network Attached Storage) atau VPN (Virtual Private Network).

Anda dapat memilih server dengan tipe ini jika pekerjaan anda membutuhkan firewall, VPN dan kemampuan untuk Web-hosting atau anda bisa juga menggunakan server tipe ini ketika pegawai IT anda sangat terbatas, namun pekerjaan yang dikerjakan cukup padat.

4. Blade

Harga untuk server blade yang menggunakan single-processor berkisar antara 10 juta rupiah dan harganya bisa naik berdasarkan besar memory yang digunakan, pemilihan drive dan tipe processor. Untuk harga sekitar 20 juta, anda dapat membeli server blade dengan processor yang memiliki teknologi 700-MHz dual-processor Xeon, memori sebesar 512MB dan ruang penyimpanan sebesar 30GB. Beberapa vendor memberikan diskon jika anda membeli server blade sebanyak 10 buah, tapi pertimbangkan dengan baik lagi apakah rak anda muat dengan 10 blade tersebut dan apakah rak anda mendukung teknologi 10 blade tersebut. Jika tidak, anda tentu akan mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli rak yang bisa mendukung server blade tersebut.

Anda dapat memilih server blade jika anda ingin membangun sebuah data center dengan fasilitas low-voltage, web caching atau anda sekedar menginginkan perawatan yang mudah bagi data center anda.

5. Enterprise

Server dengan kategori ini menduduki kelas teratas dari harga penjualan server. Sejalan dengan harga yang dibebankan pada kategori ini, fasilitas yang didapat juga cukup menjanjikan seperti spesifikasi yang ada pada server, license untuk OS client dan kehandalan. Kebanyakan server ini dibekali dengan teknologi four-way (4 CPU) processor Intel Xeon atau AMD Opteron X series dan beberapa redundant power supply, 8 hot-swappable hard drive, SDRAM sebesar 8GB dan dual ethernet adapter.

Ketika anda menambahkan adapter untuk Fibre Channel, RAID tambahan, UPSs (uninterruptible Power Supply, baca tentang UPS disini), backup hardware dan software serta 25-client Microsoft windows 2000 advance server OS license, harganya mampu melonjak hingga 50 juta rupiah. Dan jika anda menambahkan lagi fitur eight-way Xeon MP server atau AMD Opteron A series, memori sebesar 16 GB, 10 hard-drive, redundant power, berbagai tipe NICs dan sistem operasi multi-client, harganya bisa bertambah hingga mencapai 100 juta rupiah.

Anda dapat memilih dan membeli server kategori ini ketika pekerjaan anda merupakan bisnis yang sangat besar dan membutuhkan aplikasi e-commerce dan database yang besar.

Berdasarkan tipe dan bentuknya

Ketika ingin memilih server, anda tentu saja ingin menyesuaikan bentuk server yang ada dengan kapasitas ruang yang anda miliki. Ada 3 opsi jika Anda akan memilih dan membeli server berdasarkan bentuknya, here they are:

1. Tower Server

Memilih server dengan tipe ini merupakan pilihan standart yang ada dipasaran. Server ini memiliki harga yang sama seperti PC, pun begitu juga dengan besar dan kapasitas ruangnya. Tower server sangat bagus untuk keperluan-keperluan yang kecil seperti:

  • Membutuhkan sebuah pusat data namun tidak memiliki ruangan untuk pusat data/ruangan yang terbatas.
  • Membutuhkan kemampuan untuk monitoring dan maintenance hardware yang tidak begitu rumit.
  • Menginginkan keamanan dari intrupsi dan serangan untuk pusat data yang sedang dikembangkan.

Jika anda baru pertama kali membeli server, maka memilih server dengan tipe ini benar-benar disarankan. Anda juga dapat melakukan upgrade dengan menambahkan beberapa hard drive dan processor pada server ini. Untuk sebuah kantor dengan pegawai yang kurang dari 20, sebuah server dengan 1 processor Intel Xeon dan 2 hingga 4 hard drive sudah mencukupi kebutuhan. Jika anda memiliki lebih dari 20 pegawai dan menjalankan aplikasi data-intensive, maka server dengan 2 processor dual-core Intel Xeon atau AMD Opteron base series dan 4 hingga 6 hard drive sangat direkomendasikan.

2. Rack Server

Sistem dari rack server ini memungkinkan sebuah server ditumpuk pada satu rak. System ini benar-benar membantu dalam menghemat ruang yang ada pada data center (pusat data) anda. Anda membutuhkan sebuah server dengan tipe ini jika:

  • Menginginkan sebuah penghematan ruang tanpa melupakan performa dari server.
  • Membutuhkan fleksibilitas untuk mencampur dan memadukan banyak server dengan aplikasi dan beban pekerjaan anda.
  • Membutuhkan dedicated penyimpanan internal yang cukup besar.

Memilih rackmount server sangat bagus untuk sebuah perusahaan yang kecil hingga menengah yang membutuhkan pengolahan data yang besar. Selain itu rackmount server sangat bermanfaat bagi anda yang ingin mengembangkan data center anda dikemudian hari.

3. Blade Server

Sistem server dengan tipe ini merupakan yang paling compact. Server dengan tipe ini biasa dijuluki dengan ultrathin server. Berbagai blade server ini data muat secara vertikal ke sebuah komponen hardware yang memiliki bentuk seperti power supply. Dikarenakan bentuknya yang sangat tipis dan compact, anda dapat menambahkan beberapa server ke sebuah ruangan yang kecil. Blade server memiliki kelebihan sebagai berikut:

  • Processing power yang lebih
  • Menghemat ruang
  • Menghemat tenaga dan daya
  • Menghemat waktu dan uang yang anda keluarkan.

Blade server sendiri sangat bagus bagi anda yang memiliki perusahaan yang cukup besar yang membutuhkan komputasi dan availability yang tinggi. Anda dapat membeli server tipe blade untuk membangun data center secara bertahap

Kesimpulan

Saat ini kebutuhan akan server hampir mendesak, mungkin tidak semendesak kebutuhan akan desktop computer atau laptop. Tapi, hampir setiap perusahaan membutuhkan server untuk mempermudah atau membantu kerja dari para karyawannya.

Memilih server yang tepat akan berdampak pada kinerja perusahaan, sebaliknya kesalahan memilih server bisa berakibat buruk, bisa berupa server yang tidak bisa mengakomodasi pekerjaan user atau perusahaan membeli server yang fasilitasnya tidak sepenuhnya digunakan sehingga tidak efisien dalam hal budgeting. Kedua kesalahan ini mampu mengakibatkan perusahaan rugi secara financial, kesalahan ini pun didasari oleh pengetahuan yang lemah tentang server.

Pada akhirnya, tidak ada server yang jelek karena server telah didesain untuk menangani berbagai kebutuhan user, tinggal user sendiri memilih dan membeli server yang tepat sesuai dengan kebutuhan.

back to top

banner server

5 Comments

  1. Kami dari Rumah Sakit Pusri Palembang, ingin membutuhkan sebuah SERVER untuk Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit.
    Kami melayani Pasien BPJS, Assuransi, dan Umum, setiap hari melayani hampir lebih kurang 600 orang/hari.
    Komputer yang kami gunakan untuk keperluan operasional sebanyak 86 PC yg hampir semuanya memakai LAN dan melakukan data entry dari Sistim Informasi Manajemen (SIM-RS/Aplikasi Program yg sudah terintegrasi). Kami bingung memilih Server yang tepat untuk kebutuhan kami, efektif dan efisien, yang jelas hemat biaya dan tidak mubajir serta tepat guna. Jika tidak keberatan mungkin dapat memberikan solusi terbaik dan sangat berguna bagi kami dalam memilih SERVER. mohon sudilah kiranya memberikan Spec Server. Terima Kasih banyak dan saya tunggu balasanya pada kesempatan pertama.

    1. Halo Pak Akhmad Yani, Bapak bisa menghubungi Divisi Marketing kami di nomor (031) 592-8580 dan (031) 599-6227
      atau PIN BBM berikut ini 59522C1E | 57BB5EAA | 298EDAEB | 5A87AB55

  2. Mau tny pak. Kebetulan sekolah tmpt saya bkrja akan mnghadapi UNBK (ujian nasional berbasis komputer). Dgn client 40 org. Tp d berikan spek rekomen dr dinas utk server intel xeon ram 8gb hdd 250 n 2x lan suport gigabit. Nah kbtulan budged saya ga besar pak, sekitar 15jt perbuah. Kira2 utk jenis kegiatan sprt ini butuh server yg sprt apa ya pak (server branded/built-up). Maklum br kali ini berurusan dgn server. Terima kasih bnyk pak bantuan ny.

    1. Spesifikasi bapak sebenarnya sudah mencukupi untuk kegiatan UNBK. Pengalaman kami menangani UNBK melalui LKPP, AnugrahPratama menggunakan Rainer Xeon dengan rentang RAM 8-16 GB, mengkapasitasi klien sejumlah yang Pak Rizqie sebutkan. Jika dana yang ada dirasa mencukupi, ada baiknya menggunakan server Lenovo atau HP yang lebih bagus.

  3. Mau tanya, kalau server yang sering dipakai untuk membangun koneksi internet seperti Telkom dan FirstMedia harus seperti apa spesifikasi dan harganya?

Leave a Response